Dari Raja Karet ke Pesakitan: Kisah Pilu Crazy Rich Era Soekarno

Dari Raja Karet ke Pesakitan: Kisah Pilu Crazy Rich Era Soekarno

Haluannews Ekonomi – Indonesia di era kepemimpinan Soekarno ternyata menyimpan kisah seorang konglomerat nyentrik bernama Teuku Markam. Bukan sekadar kaya, Markam dikenal sebagai sosok dermawan yang bahkan menyumbangkan 28 kg emas untuk Monas. Namun, di balik kemewahan dan kedekatannya dengan Istana, tersimpan cerita pilu yang jarang terungkap.

COLLABMEDIANET

Lahir dari keluarga bangsawan di Aceh, Markam memilih jalan berbeda. Alih-alih bersekolah, ia terjun dalam perjuangan bersenjata melawan Belanda. Selama 10 tahun, ia menjadi penyelundup senjata dari Singapura ke Pekanbaru, hingga akhirnya menjadi perwira menengah berpangkat Kapten.

Dari Raja Karet ke Pesakitan: Kisah Pilu Crazy Rich Era Soekarno
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pada tahun 1957, Markam banting setir menjadi pengusaha. Ia mendirikan PT Karkam, perusahaan yang namanya melambung tinggi berkat hak eksklusif ekspor karet dari Sumatra Selatan ke Singapura dan Malaysia. Tak hanya itu, Karkam juga memegang lisensi proyek besar negara, termasuk impor Nissan Jeep dan Semen Asano dari Jepang. Kekayaan Markam pun meroket, menjadikannya "raja karet" dengan pundi-pundi uang tak terbatas.

Sebagai seorang crazy rich, Markam dikenal gemar berpesta di Jakarta. Kedekatannya dengan Soekarno membuatnya sering tampil di Istana Negara, berdansa, dan melakukan kegiatan filantropi. Namun, kedekatan ini justru menjadi bumerang baginya.

Setelah Soeharto berkuasa, Markam dipenjara tanpa bukti kuat atas tuduhan Sukarnois, korupsi, dan terlibat G30S. Selama 9 tahun mendekam di penjara, seluruh hartanya dirampas negara. PT Karkam pun diambil alih dan diganti menjadi BUMN bernama PT Berdikari, menghapus jejak Markam sepenuhnya. Sejak saat itu, hidup Markam berubah drastis. Meski masih berbisnis di era Orde Baru, ia tak pernah bisa mengembalikan kejayaannya. Namanya pun tetap dicap sebagai "pengkhianat" dan tidak pernah direhabilitasi. Kisah Teuku Markam menjadi pelajaran berharga tentang naik dan turunnya roda kehidupan, serta risiko yang menyertai kekuasaan dan kekayaan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar