haluannews.id – PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) siap melancarkan gebrakan besar di pasar modal dengan rencana penerbitan saham baru melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Perusahaan menargetkan untuk mengumpulkan dana segar hingga Rp1,27 triliun, namun ada fakta menarik di balik angka fantastis ini: mayoritas dana yang terkumpul tidak akan masuk ke kas perusahaan sebagai modal baru.

Related Post
Mengutip prospektus ringkas yang dirilis pada Rabu (2/9/2026), CBRE berencana menerbitkan maksimal 11,8 miliar saham baru. Jumlah ini setara dengan 72,22% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh pasca-pelaksanaan rights issue. Setiap saham baru memiliki nilai dasar Rp25 dan akan ditawarkan dengan harga eksekusi Rp108 per saham. Dengan demikian, potensi dana yang bisa diraup CBRE mencapai puncaknya di angka Rp1,27 triliun. Rasio rights issue ditetapkan pada 260 HMETD untuk setiap 100 saham lama, di mana satu HMETD memberikan hak untuk membeli satu saham baru.

Yang mengejutkan, sebagian besar dari aksi korporasi ini justru dialokasikan untuk konversi utang menjadi modal. CBRE akan mengubah kewajiban kepada empat pihak, yaitu PT Garuda Nusantara Mineral (GNM), PT Saga Investama Sedaya (SIS), Yafin Tandiono Tan, dan Hilong Shipping Holding Limited (HSIL), senilai total Rp858,6 miliar atau setara US$48,5 juta menjadi setoran modal. Ini berarti sekitar 67,4% dari nilai maksimal rights issue akan digunakan untuk melunasi utang melalui kepemilikan saham. Sementara itu, sisa dana bersih yang diperoleh setelah proses konversi utang dan dikurangi biaya-biaya terkait PMHMETD akan dimanfaatkan sebagai modal kerja. Modal kerja ini krusial untuk menopang kelangsungan dan pengembangan kegiatan usaha perseroan ke depan.
Bagi para pemegang saham yang tidak berpartisipasi, aksi korporasi ini berpotensi menyebabkan pengenceran kepemilikan yang signifikan. CBRE memperingatkan bahwa persentase kepemilikan investor yang tidak mengeksekusi HMETD mereka bisa menurun hingga 72,22%.
Menariknya, PT Omudas Investment Holdco (OIH), pemegang saham pengendali CBRE dengan porsi 61,13%, menyatakan tidak akan melaksanakan haknya secara langsung. OIH memilih untuk mengalihkan sebagian HMETD yang dimilikinya kepada GNM, SIS, Yafin, dan HSIL. Keempat pihak tersebut telah berkomitmen untuk menerima pengalihan HMETD dan selanjutnya akan mengeksekusi hak yang mereka terima.
Secara rinci, GNM berkomitmen mengambil 3,28 miliar HMETD senilai Rp354,1 miliar, SIS sebanyak 2,05 miliar HMETD senilai Rp221,3 miliar, Yafin dengan 1,8 miliar HMETD senilai Rp194,7 miliar, dan HSIL sejumlah 819,6 juta HMETD senilai Rp88,5 miliar. Total komitmen dari keempat pihak ini mencapai Rp858,6 miliar, persis sesuai dengan nilai utang yang akan dikonversi menjadi modal.
Jadwal krusial rights issue CBRE akan dimulai dengan tanggal efektif pada 23 Oktober 2026. Periode cum-right di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 2 November, diikuti oleh ex-right pada 3 November 2026. Tanggal pencatatan untuk memperoleh HMETD ditetapkan pada 4 November 2026, dan HMETD dapat diperdagangkan serta dieksekusi antara 6 hingga 12 November 2026.










Tinggalkan komentar