Dana Bansos Mengendap! PPATK Temukan Triliunan Rupiah di Rekening Mati

Dana Bansos Mengendap! PPATK Temukan Triliunan Rupiah di Rekening Mati

Haluannews Ekonomi – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap fakta mengejutkan terkait penyaluran bantuan sosial (bansos) pemerintah. Hasil analisis terbaru menunjukkan adanya 10,41 juta rekening penerima bansos yang berstatus dormant alias tidak aktif, dengan total dana mengendap mencapai Rp 2,41 triliun.

COLLABMEDIANET

Temuan ini merupakan bagian dari proses pemantauan dan pemblokiran 122 juta rekening tidak aktif di 105 bank yang dilakukan PPATK sejak Februari hingga Agustus 2025. Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, mengungkapkan bahwa sebagian besar rekening dormant ini telah tidak aktif selama lebih dari tiga tahun.

Dana Bansos Mengendap! PPATK Temukan Triliunan Rupiah di Rekening Mati
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Rinciannya, sebanyak 508.360 rekening tidak melakukan transaksi debit selama 0-3 tahun dengan total saldo Rp 152,16 miliar. Kemudian, 3,55 juta rekening tidak aktif selama 3-5 tahun dengan saldo Rp 889,70 miliar, dan yang paling mengkhawatirkan adalah 6,35 juta rekening yang sudah tidak aktif lebih dari 5 tahun dengan saldo mencapai Rp 1,37 triliun.

"Dari hasil penelusuran, kami menemukan 9,32 juta rekening dengan status dormant yang transaksinya sudah tidak aktif lebih dari 3 tahun, dengan saldo sebesar Rp 1,42 triliun dan dengan rentang saldo sampai dengan Rp 1 juta," jelas Ivan. Ironisnya, hanya 6.429 rekening penerima bansos yang aktif dengan total saldo Rp 2,76 miliar.

PPATK juga menyoroti adanya potensi dana bansos sebesar Rp 2,11 triliun yang belum tersalurkan atau tidak dimanfaatkan oleh penerima. Data dari Kementerian Sosial menunjukkan adanya 28,4 juta Nomor Induk Kependudukan (NIK) penerima bansos, sementara data dormant bansos pada bank mencatat 10,4 juta NIK. Terdapat kesamaan NIK sebanyak 10.008 NIK eksisting rekening dan 8.350 NIK burekol. Temuan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas penyaluran bansos dan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem yang ada.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar