Terkuak Mesin Uang Miliarder Israel di Indonesia

Terkuak Mesin Uang Miliarder Israel di Indonesia

haluannews.id – Di tengah sorotan konflik global, Israel ternyata menyimpan deretan konglomerat dunia dengan harta melimpah. Menurut data Forbes The Real-Time Billionaires, lebih dari empat puluh individu terkaya Israel menguasai puluhan miliar dolar dari berbagai sektor, mulai dari properti, teknologi, hingga gim daring. Menariknya, sebagian dari gurita bisnis mereka disebut-sebut memiliki "mesin uang" yang beroperasi di Indonesia. Siapa saja sosok-sosok berpengaruh ini? Mari kita telusuri.

COLLABMEDIANET

Idan Ofer

Terkuak Mesin Uang Miliarder Israel di Indonesia
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Idan Ofer, pada 11 Maret 2026, tercatat sebagai individu terkaya di Israel dengan total kekayaan fantastis mencapai US$34,9 miliar. Angka ini melonjak lebih dari 50% dibandingkan tahun sebelumnya. Imperium bisnisnya mencakup Eastern Pacific Shipping yang mengoperasikan lebih dari 210 kapal kargo, kontainer, dan tanker minyak mentah. Selain itu, ia juga memiliki 51% saham di Israel Corp, 32% di klub sepak bola Spanyol Atletico de Madrid, serta 85% di klub Portugal FC Famalicao.

Eyal Ofer

Tak kalah sukses, sang adik, Eyal Ofer, juga masuk dalam jajaran orang terkaya Israel. Pria berusia 75 tahun ini mengumpulkan harta sebesar US$33,1 miliar dari beragam lini usaha, termasuk real estat, pelayaran, teknologi, perbankan, energi, dan investasi lainnya. Eyal memimpin Ofer Global yang berbasis di Monako, dengan portofolio lebih dari 120 properti di seluruh dunia, termasuk lokasi prestisius seperti 15 Central Park West, 1250 Broadway, dan 50 United Nations Plaza di Manhattan. Ia juga memiliki aset di dana ventura teknologi O.G. Venture Partners, O.G. Energy, serta saham di Mizrahi Tefahot Bank dan Royal Caribbean Cruises. Kekayaan Eyal dan Idan merupakan warisan dari ayah mereka, Sammy Ofer, seorang raja pelayaran legendaris.

Igor dan Dmitri Bukhman

Duo bersaudara Igor dan Dmitri Bukhman adalah otak di balik Playrix, pengembang gim daring populer seperti Homescapes, Fishdom, dan Township. Minat mereka pada pengembangan gim sudah tumbuh sejak masa SMA di Rusia. Meski awalnya berkantor di Rusia, Playrix memindahkan operasionalnya ke Israel pada 2022, membawa serta 1.500 karyawan dari negara asalnya. Perusahaan ini mencatat pendapatan tahunan fantastis, melebihi US$2,5 miliar. Selain Playrix, mereka juga mengakuisisi saham di Nenxters Global, pengembang gim video dan jejaring sosial. Masing-masing dari Igor dan Dmitri kini memiliki kekayaan bersih sebesar US$13,5 miliar.

Michael Federmann dan Keluarga

Michael Federmann memimpin Federmann Enterprise, sebuah perusahaan holding keluarga yang merambah berbagai sektor. Melalui entitas ini, keluarga Federmann menguasai 27% saham di Elbit Systems, raksasa teknologi pertahanan dan keamanan Israel yang membukukan penjualan US$5,5 miliar pada tahun 2022. Mereka juga memiliki 44% saham di Dan Hotels, jaringan hotel publik terkemuka di Israel. Per 10 Maret 2026, kekayaan bersih Michael dan keluarganya diperkirakan mencapai US$11,3 miliar, menempatkan mereka di posisi ke-274 orang terkaya dunia.

Yitzhak Tshuva

Yitzhak Tshuva mengumpulkan kekayaan sebesar US$8,7 miliar dari sektor energi dan real estat. Ia adalah pemilik El Ad Group, yang menggarap berbagai proyek properti di sejumlah lokasi global, termasuk Manhattan, Florida, Louisiana, Montreal, hingga di Israel sendiri. Selain itu, Tshuva juga merupakan pemegang saham pengendali Delek Group, sebuah konglomerat besar yang bergerak di industri otomotif, minyak, dan gas.

Yuri Milner

Yuri Milner, seorang investor kelahiran Rusia, adalah pemilik dana ventura DST Global yang dikenal sebagai salah satu investor awal Facebook dan Twitter. Setelah menjual sahamnya di dua platform media sosial raksasa itu pada 2022, ia kemudian berinvestasi di Spotify dan Airbnb. Milner juga memiliki saham signifikan di beberapa perusahaan teknologi Tiongkok, termasuk Alibaba, JD.com, dan Xiaomi. Khusus Xiaomi, perusahaan pembuat ponsel ini secara konsisten menempati posisi tiga besar penjualan di pasar Indonesia. Total kekayaan Milner saat ini mencapai US$8,6 miliar.

Teddy Sagi

Dengan kekayaan mencapai US$7 miliar, Teddy Sagi dikenal sebagai pendiri Playtech pada tahun 1999, sebuah perusahaan pengembang perangkat lunak perjudian. Playtech kini mencatat pendapatan tahunan lebih dari US$1 miliar dan sahamnya diperdagangkan di bursa London. Selain Playtech, Sagi juga sukses membawa tiga perusahaan lain melantai di AIM London: Market Tech, SafeCharge (pemroses pembayaran daring), dan Kape (perusahaan keamanan siber).

Arnon Milchan

Kekayaan Arnon Milchan mengalami lonjakan signifikan dari US$3,4 miliar pada 2025 menjadi US$6,4 miliar, menjadikannya orang terkaya ke-637 di dunia. Milchan dikenal luas sebagai produser film kenamaan dan pendiri New Regency Enterprise. Melalui rumah produksinya, ia telah melahirkan berbagai film Hollywood sukses seperti Pretty Woman, Mr. & Mrs. Smith, The Revenant, Birdman, hingga Bohemian Rhapsody. Sebelum terjun ke dunia film, pada usia 21 tahun di tahun 1962, ia pernah menyelamatkan bisnis pupuk keluarganya yang nyaris bangkrut dan mengubahnya menjadi perusahaan berpenghasilan US$125 juta. Milchan juga sempat terseret dalam kasus korupsi yang melibatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, namun laporan menyebutkan ia tidak akan didakwa atas pelanggaran tersebut.

Shari Arison

Shari Arison, seorang investor dan filantropis terkemuka, mencatat kekayaan sebesar US$6 miliar per 10 Maret 2026. Ia mewarisi harta melimpah dari ayahnya, Ted Arison, pendiri perusahaan kapal pesiar raksasa Carnival Corp. Setelah ayahnya meninggal pada 1999, Shari melanjutkan dan mengembangkan bisnis keluarga, serta menginvestasikan kembali kekayaannya ke berbagai sektor. Dalam dunia bisnis, Shari dikenal sebagai penggagas konsep "The Doing Good Model," yang mendorong perusahaan untuk tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat positif bagi masyarakat. Portofolio investasinya meliputi real estat, pabrik desalinasi air laut, dan pembangkit listrik tenaga surya termal. Ia juga pernah menjadi pemilik lebih dari 20% saham di Bank Hapoalim sebelum melepaskannya seluruhnya pada 2024. Selain itu, Shari aktif dalam Ted Arison Family Foundation, yayasan yang didirikan pada 1981 untuk mendukung berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar