Bukan Cuma EV! Ini Jurus Jitu Astra Amankan Tahta Otomotif Nasional

Haluannews Ekonomi – PT Astra International Tbk. (ASII) mengungkapkan strategi komprehensifnya dalam menghadapi derasnya arus pasar kendaraan listrik (EV) dari China dan Korea Selatan. Raksasa otomotif ini bertekad untuk mempertahankan dominasinya di pangsa pasar otomotif nasional yang selama ini mencapai sekitar 50%, di tengah persaingan yang semakin ketat.

COLLABMEDIANET

Direktur Astra, Gidion Hasan, menjelaskan bahwa secara historis, pangsa pasar Astra selalu berada di kisaran 50%. Ia optimis bahwa kendaraan listrik, hybrid, dan mesin pembakaran internal (ICE) atau konvensional akan terus berdampingan di masa depan. "Ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang sangat luas dan beraneka ragam," ujar Gidion dalam konferensi pers terbaru di Menara Astra, Jakarta, Kamis (23/4), seperti dilansir Haluannews.id.

Bukan Cuma EV! Ini Jurus Jitu Astra Amankan Tahta Otomotif Nasional
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Gidion merinci, saat ini sekitar 20% pasar EV terkonsentrasi di wilayah Jabodetabek. Sementara itu, pasar kendaraan hybrid menunjukkan penyebaran yang lebih merata di seluruh Indonesia. Mesin konvensional, dengan pangsa pasar sekitar 75%, masih memegang peranan vital karena faktor keterjangkauan dan mobilitas yang tinggi bagi masyarakat di berbagai daerah.

Untuk itu, Astra akan fokus meluncurkan produk-produk yang lebih relevan dengan kondisi pasar Indonesia. Selain itu, perusahaan akan terus mengandalkan ekosistemnya yang luas dan terintegrasi di seluruh pelosok negeri, meliputi jaringan dealer, retail, pembiayaan, layanan purna jual, hingga fasilitas tukar tambah (u-start). "Dengan strategi ini, kami berharap dapat menjaga pangsa pasar kami di kisaran 50%," tegas Gidion.

Senada, Direktur Utama Astra, Rudy, menambahkan bahwa pihaknya telah memiliki "jejak" atau pemahaman mendalam untuk bersaing di pasar otomotif yang semakin beragam. Ia menyoroti perbedaan karakteristik pelanggan antara kota-kota besar dan kota-kota kecil. "Di kota besar, daya beli lebih tinggi, infrastruktur pengisian daya tersedia, dan masyarakat lebih akrab dengan teknologi, sehingga adopsi EV cenderung lebih tinggi. Namun, di kota-kota non-major, masyarakat lebih mempertimbangkan aspek fungsionalitas dan keterjangkauan," jelas Rudy pada kesempatan yang sama.

Langkah strategis Astra ini diharapkan mampu menjaga posisi terdepan perusahaan di tengah persaingan yang semakin ketat dan pergeseran tren menuju elektrifikasi, tanpa mengabaikan kebutuhan pasar konvensional yang masih dominan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar