BTN Guncang Pasar! Paylater Meluncur, Ini Strategi Baru Bank Pelat Merah!

BTN Guncang Pasar! Paylater Meluncur, Ini Strategi Baru Bank Pelat Merah!

Haluannews Ekonomi – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) bersiap menggebrak pasar keuangan dengan meluncurkan layanan buy now pay later (BNPL) atau Paylater pada kuartal pertama tahun 2026. Langkah strategis ini menandai upaya bank pelat merah tersebut untuk memperluas jangkauan layanannya di luar segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang selama ini menjadi andalan.

COLLABMEDIANET

Hirwandi Gafar, Direktur Consumer Banking BTN, dalam paparannya mengenai kinerja tahun 2025 di Menara BTN pada Senin (9/2/2026), menegaskan kesiapan perseroan. "Alhamdulillah, kami telah mengantongi restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk operasional BNPL ini. Saat ini, proses perizinan lanjutan tengah berjalan di Bank Indonesia (BI)," jelas Hirwandi, mengindikasikan bahwa Paylater menjadi produk konsumer pertama yang akan dirilis di awal tahun.

BTN Guncang Pasar! Paylater Meluncur, Ini Strategi Baru Bank Pelat Merah!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Hirwandi menambahkan, inisiatif peluncuran Paylater merupakan bagian integral dari visi BTN untuk bertransformasi menjadi bank yang "melampaui KPR" atau beyond mortgage. Tujuannya adalah merambah lebih dalam ke gaya hidup nasabah, tidak hanya sebagai penyedia hunian, tetapi juga solusi finansial harian. Setelah Paylater, BTN juga berencana memperkenalkan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dan di penghujung tahun, akan menyusul peluncuran kartu kredit.

"Seluruh produk baru ini, mulai dari BNPL, kartu kredit, hingga KKB, merupakan langkah strategis untuk melengkapi portofolio layanan kami. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk tidak hanya menjadi bank KPR, tetapi juga hadir dalam setiap aspek gaya hidup konsumen BTN," papar Hirwandi. Ia menjelaskan bahwa penetrasi pasar akan difokuskan pada basis nasabah eksisting, baik nasabah penghimpun dana (funding) maupun debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR), memanfaatkan loyalitas dan data yang telah ada.

Di tengah ekspansi produk konsumer ini, BTN juga memberikan perhatian serius pada aspek manajemen risiko. Mengingat Bank Indonesia (BI) sebelumnya telah menyoroti ketatnya penyaluran kredit di segmen konsumer oleh industri perbankan, BTN memastikan langkah-langkah mitigasi risiko telah dipersiapkan matang.

Setiyo Wibowo, Direktur Risk Management BTN, menjelaskan bahwa perseroan terus memperkuat kerangka manajemen risiko demi mewujudkan visi menjadi bank konsumer terkemuka. Salah satu inovasi kunci adalah pendirian loan factory yang dirancang untuk mengelola seluruh proses pengajuan kredit secara efisien. Setiyo mengungkapkan, mayoritas proses underwriting kredit di loan factory tersebut telah dimodernisasi, mengadopsi sistem otomatisasi canggih yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI).

"Saat ini, sekitar 80% dari proses pengambilan keputusan untuk kredit konsumer telah sepenuhnya terotomatisasi. Kami tidak lagi mengandalkan lembar kerja manual seperti Excel, melainkan menggunakan sistem berbasis mesin dan AI, yang secara signifikan mempercepat proses persetujuan," terang Setiyo, menyoroti efisiensi dan akurasi yang dihasilkan dari transformasi digital ini dalam mendukung ekspansi bisnis BTN.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar