haluannews.id – Sektor pembiayaan kendaraan bermotor syariah di Indonesia menunjukkan geliat signifikan. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI berhasil mencatatkan kinerja impresif pada segmen pembiayaan otomotifnya, BSI OTO. Hingga pertengahan tahun 2026, total fasilitas kredit yang disalurkan BSI untuk kepemilikan kendaraan telah menembus angka Rp6,7 triliun. Angka ini menandai lonjakan sebesar 12,40% secara tahunan, sebuah pencapaian yang mengukuhkan posisi BSI di tengah dinamika ekonomi yang penuh tantangan.

Related Post
Peningkatan ini tak lepas dari respons positif BSI terhadap inisiatif pemerintah dalam memacu industri kendaraan listrik nasional. Melalui program Motor Listrik Nasional (MOLINAS) yang diluncurkan Danantara, Indonesia kini memiliki sekitar 20.000 unit motor listrik buatan dalam negeri. Langkah ini bukan hanya untuk mengurangi ketergantungan pada Bahan Bakar Minyak (BBM), tetapi juga membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi. BSI, dengan prinsip syariahnya, turut serta aktif menyediakan solusi pembiayaan yang mendukung transisi menuju kendaraan ramah lingkungan.

Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, pada Jumat (14/8/2026) mengungkapkan bahwa pertumbuhan BSI OTO mencerminkan kuatnya kebutuhan masyarakat akan kendaraan. Namun, ia menambahkan, kini masyarakat semakin selektif dan mempertimbangkan skema pembiayaan yang matang. "BSI berkomitmen penuh menghadirkan solusi pembiayaan kendaraan yang sesuai syariah, memberikan kepastian pengelolaan keuangan, sekaligus menopang perkembangan industri otomotif nasional serta pergeseran ke kendaraan yang lebih hijau," jelasnya.
Transformasi digital menjadi salah satu pilar utama di balik kesuksesan ini. Melalui platform BYOND by BSI, nasabah kini dapat mengakses dan mengajukan pembiayaan kendaraan dengan lebih mudah dan praktis. Digitalisasi ini tidak hanya memperluas jangkauan layanan, tetapi juga meningkatkan pengalaman nasabah dalam memanfaatkan berbagai solusi finansial yang ditawarkan BSI.
Selain kemudahan akses dan dukungan digital, beberapa faktor lain turut mendorong pertumbuhan pembiayaan kendaraan. Kebijakan pemerintah yang agresif dalam mendorong adopsi kendaraan listrik (EV), meningkatnya kesadaran publik terhadap opsi ramah lingkungan, serta semakin bervariasinya pilihan model kendaraan di pasar, semuanya berkontribusi pada tren positif ini. BSI sendiri juga aktif menawarkan program pembiayaan yang kompetitif, termasuk skema angsuran tetap hingga lunas, memberikan kenyamanan dan perencanaan arus kas yang lebih baik bagi nasabah.
Kolaborasi strategis dengan berbagai dealer dan mitra juga terus diperluas oleh BSI. Melalui program literasi dan pertemuan di berbagai kota besar, BSI berupaya memperdalam pemahaman masyarakat tentang pembiayaan kendaraan berbasis syariah. Ini adalah bagian dari upaya BSI untuk memperkuat ekosistem pembiayaan otomotif nasional secara menyeluruh.
Dengan fondasi bisnis yang kokoh, pertumbuhan pembiayaan yang solid, serta dukungan ekosistem yang terus meluas, Erwan optimistis bahwa pembiayaan kendaraan akan terus menjadi motor penggerak utama pertumbuhan pembiayaan konsumer perseroan sepanjang tahun 2026.










Tinggalkan komentar