haluannews.id – Penunjukan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru telah memicu respons positif di kalangan pelaku pasar keuangan Tanah Air. Para investor menyambut baik keputusan ini, melihat sosok Destry sebagai figur yang "ramah pasar" berkat rekam jejaknya yang panjang di bank sentral. Kebijakan yang cenderung terukur dan minim kejutan selama ini menjadi salah satu alasan utama optimisme tersebut.

Related Post
Namun, di tengah sambutan hangat ini, pasar juga menanti dengan cermat arah kebijakan dan strategi komunikasi BI di bawah kepemimpinan Destry. Ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi menjadi faktor krusial yang membuat investor membutuhkan panduan yang lebih jelas dari bank sentral. Mereka berharap BI dapat memberikan sinyal yang terang mengenai langkah-langkah yang akan diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Dimas Yusuf, Investment Director Sucor Asset Management, mengungkapkan bahwa pengalaman Destry di BI memberikan keyakinan bahwa ia akan melanjutkan pendekatan yang stabil. Meski demikian, Dimas juga menyoroti pentingnya kejelasan komunikasi BI ke depan, terutama dalam menghadapi gejolak global yang bisa datang kapan saja.
Lebih lanjut, independensi Bank Indonesia juga menjadi sorotan utama. Pelaku pasar ingin melihat seberapa kuat otonomi BI dalam membuat keputusan kebijakan moneter, terlepas dari tekanan eksternal. Kemandirian ini dianggap vital untuk menjaga kepercayaan investor dan kredibilitas kebijakan.
Bagaimana pasar akan melihat kebijakan BI di era Destry Damayanti dan seberapa jauh independensi bank sentral akan terjaga? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi fokus utama diskusi mendalam antara Shania Alatas dengan Dimas Yusuf dalam program Squawk Box haluannews.id, pada Jumat, 11 September 2026.










Tinggalkan komentar