Haluannews Ekonomi – Direktur PT Janu Putra Sejahtera Tbk. (AYAM), Fadhl Muhammad Firdaus, baru-baru ini membuat langkah signifikan di pasar modal. Ia dilaporkan telah menambah kepemilikan sahamnya di emiten peternakan unggas dan rumah potong ayam tersebut, dengan investasi mencapai belasan miliar rupiah. Aksi ini menarik perhatian pelaku pasar, mengingat posisi Fadhl sebagai bagian dari manajemen perusahaan.

Related Post
Dalam laporan keterbukaan informasi yang diterima Haluannews.id, Fadhl memborong sebanyak 35,26 juta unit saham AYAM. Transaksi jumbo ini tercatat pada 23 Desember 2025, dengan harga pembelian Rp390 per saham. Total dana yang digelontorkan Fadhl untuk aksi korporasi ini mencapai Rp13,75 miliar.

Saham yang diakuisisi merupakan saham biasa dengan status kepemilikan langsung. Fadhl menegaskan bahwa tujuan utama dari pembelian saham ini adalah untuk investasi jangka panjang, mengindikasikan keyakinan terhadap prospek bisnis AYAM ke depan.
Dengan penambahan ini, kepemilikan Fadhl di AYAM melonjak signifikan menjadi 67.266.000 unit saham, atau setara dengan 1,68% dari total saham beredar. Sebelumnya, ia hanya menggenggam 32.000.000 saham atau 0,80%. Peningkatan kepemilikan ini hampir dua kali lipat dari porsi sebelumnya.
Meskipun melakukan investasi besar, Fadhl menyatakan bahwa dirinya bukan merupakan pemegang saham pengendali perusahaan. Sebagai informasi tambahan, Fadhl Muhammad Firdaus dikenal sebagai sosok muda yang pernah berkiprah di dunia politik, menjadi calon anggota DPR RI dari Partai Golkar untuk daerah pemilihan D.I. Yogyakarta pada usia yang relatif muda, lahir 31 Mei 2001.
Adapun, struktur kepemilikan PT Janu Putra Sejahtera Tbk. saat ini masih dikendalikan oleh Singgih Januratmoko. Singgih, yang juga merupakan anggota DPR RI dari Partai Golkar sejak 2019 dan menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VIII, adalah penerima manfaat terakhir dari perusahaan ini.
Aksi direksi ini dapat diinterpretasikan sebagai sinyal positif bagi prospek bisnis AYAM di mata internal manajemen, terutama mengingat sektor peternakan unggas yang terus berkembang dan menjadi kebutuhan pokok masyarakat.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar