Bitcoin Melonjak, Tapi Awas Jebakan! Target US$40.000 Mengintai?

Bitcoin Melonjak, Tapi Awas Jebakan! Target US$40.000 Mengintai?

Haluannews Ekonomi – Harga Bitcoin kembali menunjukkan geliatnya, berhasil mencetak rebound signifikan dan menembus kembali level psikologis US$70.000. Namun, di balik euforia pemulihan ini, sejumlah analis pasar justru melontarkan peringatan keras. Mereka melihat potensi koreksi lanjutan yang bisa menyeret aset kripto terbesar di dunia itu jatuh lebih dalam, bahkan hingga menyentuh kisaran US$40.000.

COLLABMEDIANET

Pada perdagangan Jumat lalu, Bitcoin sempat melonjak tajam hingga mencapai US$71.458, mencatatkan penguatan lebih dari 11% hanya dalam sehari. Reli agresif ini terjadi hanya sehari setelah Bitcoin nyaris terperosok di bawah level US$60.000, menyusul kejatuhan drastis sekitar 15% pada Kamis sebelumnya. Fluktuasi ekstrem ini menunjukkan betapa rentannya pasar kripto terhadap perubahan sentimen.

Bitcoin Melonjak, Tapi Awas Jebakan! Target US.000 Mengintai?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pemulihan harga Bitcoin ini sebagian besar dipicu oleh aksi beli investor yang memanfaatkan momen "diskon" setelah aset tersebut terkoreksi lebih dari 50% dari rekor tertingginya di atas US$126.000 pada Oktober tahun lalu. Pergerakan ini juga sejalan dengan membaiknya sentimen terhadap aset berisiko secara global, tercermin dari penguatan signifikan di bursa saham Amerika Serikat. Indeks Dow Jones melonjak 1,9%, S&P 500 naik 1,4%, dan Nasdaq Composite menguat 1,5%, dengan saham-saham teknologi raksasa seperti Nvidia dan Microsoft turut mencatatkan rebound kuat.

Meskipun demikian, sejumlah pakar pasar menilai bahwa rebound kali ini belum cukup solid untuk mengubah tren besar yang sedang berlangsung. Bitcoin saat ini masih diperdagangkan sekitar 45% di bawah level puncaknya, dan volatilitas yang tinggi justru dianggap sebagai sinyal peringatan dini. Penurunan Bitcoin di bawah US$70.000 sebelumnya telah diinterpretasikan sebagai indikator teknikal negatif yang mengkhawatirkan.

Lembaga riset 10X Research, misalnya, memperkirakan bahwa Bitcoin berpotensi merosot ke area US$50.000 setelah reli jangka pendek ini mereda. Bahkan, dalam skenario tekanan makroekonomi yang lebih mendalam dan sentimen "risk-off" yang dominan, beberapa pelaku pasar tidak mengesampingkan kemungkinan Bitcoin menguji level US$40.000. "Kami melihat potensi adanya counter-trend rally dalam jangka pendek, mungkin bergerak sideways atau sedikit naik. Namun, kemungkinan besar Bitcoin akan mencetak level terendah baru dalam beberapa bulan ke depan," ungkap Markus Thielen dari 10X Research, seperti dikutip Haluannews.id, Minggu (8/2/2026).

Dengan tingkat volatilitas yang masih ekstrem dan sentimen pasar global yang rapuh, pergerakan Bitcoin ke depan diperkirakan akan tetap penuh gejolak. Reli tajam yang terjadi saat ini lebih cenderung dianggap sebagai technical bounce semata, bukan indikasi pembalikan tren yang berkelanjutan. Oleh karena itu, risiko koreksi lanjutan masih membayangi dan patut diwaspadai oleh para investor di pasar kripto.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar