haluannews.id – Bank Indonesia (BI) mengambil langkah agresif untuk membendung laju pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini. Intensitas operasi moneter, baik dalam mata uang rupiah maupun valuta asing, ditingkatkan secara signifikan demi memperkuat stabilitas.

Related Post
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa peningkatan intensitas ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga nilai tukar rupiah. Sebagai bagian dari strategi ini, BI kini membuka lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dua kali dalam seminggu. Tak hanya itu, struktur suku bunga pada seluruh tenor SRBI, yaitu 6, 9, dan 12 bulan, turut dinaikkan. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan imbal hasil investasi portofolio asing di Indonesia, menjadikannya tetap menarik dan kompetitif di kancah global. Perry Warjiyo menegaskan bahwa kenaikan suku bunga SRBI dilakukan sesuai mekanisme pasar untuk menjaga daya saing investasi di tanah air.

Di sisi valuta asing, Bank Sentral juga memperkuat operasi moneter dengan mengintensifkan intervensi. Langkah ini meliputi transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri. Semua upaya ini diarahkan untuk menopang nilai tukar rupiah agar tetap stabil di tengah gejolak pasar global.










Tinggalkan komentar