Bank RI Kebal Perang Timur Tengah Cek Faktanya

Bank RI Kebal Perang Timur Tengah Cek Faktanya

haluannews.id – Sektor perbankan Indonesia menunjukkan ketahanan luar biasa di tengah gejolak ekonomi global. Hasil uji stres terbaru dari Bank Indonesia (BI) mengonfirmasi bahwa bank-bank di tanah air siap menghadapi dampak rambatan dari konflik yang terus berlanjut di Timur Tengah, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

COLLABMEDIANET

Gubernur BI Perry Warjiyo pada konferensi pers Rabu 22 Juli 2026 menegaskan, stabilitas perbankan nasional tidak akan terpengaruh signifikan oleh ketidakpastian global. Ketahanan ini didukung oleh kemampuan bayar dan profitabilitas korporasi yang tetap terjaga dengan baik, menjadi fondasi kuat bagi sektor keuangan.

Bank RI Kebal Perang Timur Tengah Cek Faktanya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kekuatan perbankan dalam memitigasi risiko global terhadap sistem keuangan terlihat dari sejumlah indikator kunci. Kapasitas permodalan bank berada pada level yang sangat tinggi, risiko kredit tetap terkendali rendah, dan likuiditas industri perbankan secara keseluruhan juga memadai.

Secara spesifik, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada Mei 2026 mencapai 23,74 persen. Angka ini tergolong sangat kuat, menunjukkan kemampuan bank yang solid dalam menyerap potensi kerugian sekaligus mendukung pertumbuhan kredit di masa depan.

Sementara itu, kualitas aset perbankan juga tetap prima. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) secara agregat tercatat rendah, yakni 2,17 persen (bruto) dan 0,84 persen (neto) pada periode yang sama. Ini menandakan portofolio pinjaman bank yang sehat dan minim risiko gagal bayar.

Untuk likuiditas, rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) industri perbankan pada Juni 2026 berada di angka 23,08 persen. Meskipun sedikit menurun dari 24,74 persen pada Mei 2026, rasio ini tetap dianggap memadai untuk memenuhi kebutuhan operasional dan kewajiban bank.

Ke depan, Bank Indonesia berkomitmen penuh untuk terus memperkuat kebijakan makroprudensial. Sinergi kebijakan bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga akan ditingkatkan guna menjaga stabilitas sistem keuangan secara menyeluruh, termasuk memastikan kecukupan likuiditas dan memitigasi potensi segmentasi likuiditas antar-bank.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar