haluannews.id – Di tengah gejolak ekonomi yang penuh tantangan, Bank Lampung berhasil mencetak kinerja keuangan yang memukau pada Semester I 2026. Bank Pembangunan Daerah (BPD) kebanggaan Lampung ini membukukan lonjakan laba bersih hingga Rp133 miliar, sebuah pencapaian fantastis yang tumbuh 22,75% dibandingkan periode sebelumnya. Keberhasilan ini tak lepas dari pertumbuhan penyaluran kredit yang solid, mencapai 9,8%.

Related Post
Direktur Utama Bank Lampung, Indra Merviana, mengungkapkan bahwa paruh pertama tahun 2026 merupakan periode yang tidak mudah. Ekonomi nasional hanya mampu tumbuh 5,29% dengan suku bunga acuan yang berada di level 5,7%. Namun, Bank Lampung mampu menavigasi kondisi ini dengan strategi yang cermat dan terukur.

"Kunci keberhasilan kami bukan terletak pada agresivitas mengejar pertumbuhan semata, melainkan pada perbaikan fundamental struktur pendanaan dan peningkatan efisiensi operasional," tegas Indra dalam acara Regional Bank Summit 2026 Batch 2 yang bertajuk "Strategi BPD Mendorong Kemandirian Ekonomi Daerah" pada Jumat (28/8/2026). Ia menambahkan bahwa tren industri perbankan saat ini memang lebih mengedepankan kualitas dan efisiensi, bukan sekadar adu cepat dalam ekspansi.
Indra juga memaparkan bahwa tingginya suku bunga acuan telah menjadi tantangan serius bagi banyak pelaku usaha, terutama dalam menekan beban biaya operasional dan margin keuntungan. Namun, ia menyoroti resiliensi luar biasa dari segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Lampung.
"UMKM yang bergerak di sektor rantai pasok pangan, seperti pengolahan singkong, kopi, jagung, perikanan, serta perdagangan kebutuhan pokok, menunjukkan daya tahan yang kuat. Permintaan terhadap produk-produk mereka relatif stabil, apapun kondisi ekonominya, sehingga mereka mampu bertahan menghadapi berbagai siklus," jelas Indra. Ini menjadi indikator penting bahwa sektor riil di Lampung, khususnya yang terkait pangan, memiliki fondasi yang kokoh.










Tinggalkan komentar