haluannews.id – Emiten perkebunan sawit raksasa Grup Bakrie, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), baru-baru ini membuat gebrakan besar di pasar modal. Perusahaan tersebut sukses menggelar aksi korporasi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau yang lebih dikenal sebagai private placement. Nilai transaksinya mencapai angka fantastis, sekitar Rp4,35 triliun, sebuah langkah strategis yang diyakini menjadi kunci untuk menyehatkan kembali neraca keuangan perseroan.

Related Post
Sebelumnya, melalui pengumuman resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), UNSP mengklarifikasi bahwa nilai Rp4,35 triliun tersebut bukan semata-mata dana yang terkumpul dari private placement, melainkan merupakan total utang yang menjadi bagian dari liabilitas perusahaan. Artinya, suntikan modal ini ditujukan untuk merestrukturisasi dan melunasi beban utang yang menggunung.

Dalam aksi korporasi ini, UNSP menerbitkan sebanyak 14.505.112.734 saham baru Seri B. Setiap saham memiliki nilai nominal Rp100 dan dieksekusi dengan harga Rp300 per lembar. Saham-saham baru ini diserap oleh sebelas pihak investor strategis. Poseidon Corporate Services Limited menjadi penerima terbesar dengan mengantongi 9.461.314.663 saham. Disusul oleh Unbounded Opportunities Fund SPC-Alpha Investments SP yang mendapatkan 3.005.863.413 saham, serta PT Bakrie Capital Indonesia dengan 441.222.983 saham.
Beberapa investor lain yang turut menyerap saham baru UNSP antara lain Indo Alam Resources Pte. Ltd. (373.582.000 saham), Pacific Harbor Advisors Pte. Ltd. (398.813.333 saham), dan PT Biofuel Indo Sumatra (309.854.678 saham). Alexander Kirk Bradford juga memperoleh 283.016.666 saham, Drake Private Investments LLC 113.206.666 saham, Netland Investments Limited 56.603.333 saham, Sundaresan Hariharan 28.301.666 saham, dan PT Danatama Makmur Sekuritas 33.333.333 saham.
Meski demikian, aksi korporasi ini tak luput dari sorotan BEI. Bursa meminta penjelasan lebih lanjut dari UNSP, terutama terkait kondisi ekuitas perseroan yang masih tercatat negatif bahkan setelah private placement terlaksana. Data menunjukkan, ekuitas UNSP masih berada di posisi minus Rp919,08 miliar pasca-PMTHMETD.
Menanggapi hal tersebut, manajemen UNSP menyatakan komitmennya untuk mengambil serangkaian langkah strategis guna memulihkan defisit modal tersebut. Upaya yang akan ditempuh meliputi peningkatan produktivitas dan profitabilitas bisnis inti perseroan, serta melanjutkan proses restrukturisasi utang dan ekuitas yang telah berjalan.
Perseroan menegaskan bahwa private placement ini memang dirancang khusus untuk memperbaiki posisi keuangan yang kurang sehat. Terungkap bahwa jumlah liabilitas dan kewajiban utang UNSP telah mencapai 143,51% dari total aset yang tercatat sebesar Rp3.487.979.293.361. Angka ini jelas melampaui batas wajar, di mana liabilitas melebihi 80% dari total aset perseroan, menunjukkan urgensi perbaikan neraca keuangan yang mendesak.









Tinggalkan komentar