haluannews.id – Di tengah gejolak pasar komoditas global, terutama penurunan harga emas yang sempat mencapai rekor tertinggi di atas USD5.500 per ons, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tetap menjadi magnet kuat bagi investor. Minat tinggi ini bukan sekadar euforia sesaat, melainkan didasari oleh prospek cerah harga emas dan nikel global yang terus memikat, serta rekam jejak konsisten perusahaan dalam membagikan keuntungan kepada pemegang saham. Dalam seminggu terakhir saja, sejak 22 Juni, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih saham ANTM senilai fantastis Rp306,45 miliar.

Related Post
Nafan Aji Gusta, seorang analis senior dari Mirae Asset Sekuritas, mengungkapkan bahwa daya tarik utama ANTM terletak pada kemampuan perusahaan menjaga profitabilitas yang solid, yang pada gilirannya mendukung pembagian dividen berkelanjutan. "Arus kas yang kuat dari segmen emas dan nikel memberikan keyakinan kepada pasar bahwa rasio pembayaran dividen (DPR) yang historisnya berkisar antara 70% hingga 100% akan terus berlanjut, membawa kebahagiaan bagi para pemegang saham," jelasnya kepada haluannews.id pada Rabu (1/7/2026).

Kinerja keuangan ANTM pada Triwulan I-2026 memang menunjukkan pertumbuhan impresif. Laba periode berjalan perusahaan melonjak 58% menjadi Rp3,66 triliun, dibandingkan Rp2,32 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, Triwulan I-2025. Peningkatan serupa juga terlihat pada Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) yang tumbuh 55%, mencapai Rp5,05 triliun dari Rp3,26 triliun di Triwulan I-2025.
Fondasi operasional yang kokoh menjadi pendorong utama di balik performa keuangan cemerlang ini. Optimasi segmen nikel, strategi penguatan pasokan emas, serta beroperasinya pabrik Smelter Grade Alumina (SGA) secara signifikan memperkuat pertumbuhan segmen bauksit dan alumina perusahaan.
Bagi para investor, konsistensi dividen ANTM adalah daya tarik yang sulit diabaikan. Tercatat, ANTM membagikan dividen sebesar Rp128,07 per lembar saham pada tahun 2024, kemudian meningkat menjadi Rp151,77 per lembar saham pada 2025, dan kembali naik menjadi Rp209,90 per lembar saham pada 2026. Dengan catatan ini, investor berpotensi meraih keuntungan dividen sebesar 5-10% setiap tahunnya.
Pada perdagangan sesi satu Kamis, 2 Juli 2026, saham ANTM berhasil ditutup menguat Rp160, mencapai harga Rp2.770 atau naik 6,13%, semakin menegaskan kepercayaan pasar terhadap prospek emiten pertambangan ini.










Tinggalkan komentar