haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan IHSG akhirnya mengakhiri sesi perdagangan pertama pada Kamis 30 Juli 2026 dengan performa gemilang di zona hijau. Kebangkitan ini dipicu oleh aksi beli masif pada saham-saham perbankan berkapitalisasi jumbo yang berhasil membalikkan tren negatif pasar.

Related Post
Di tengah optimisme investor, IHSG melonjak 0,72 persen atau setara 43,56 poin, menutup sesi di level 6.134,95. Sepanjang paruh pertama hari ini, pergerakan indeks berada dalam rentang 6.106,55 hingga 6.168,57, setelah dibuka pada angka 6.110,28. Total nilai transaksi di seluruh pasar tercatat mencapai sekitar Rp6,33 triliun, melibatkan 13,12 miliar saham yang berpindah tangan dalam 961 ribu kali transaksi. Dari total saham yang diperdagangkan, 469 emiten menguat, 192 melemah, sementara 302 lainnya stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia sendiri kini menyentuh angka Rp10.734 triliun.

Secara sektoral, mayoritas indeks sektoral menunjukkan performa positif. Sektor konsumer primer menjadi lokomotif penguatan dengan kenaikan 1,59 persen, diikuti oleh konsumer non-primer 1,23 persen, properti 1,13 persen, dan keuangan 1,00 persen. Hanya sektor kesehatan yang terkoreksi tipis 0,12 persen dan utilitas yang anjlok 0,76 persen yang berada di wilayah merah.
Saham-saham perbankan raksasa menjadi pahlawan utama yang mendorong IHSG. PT Bank Central Asia Tbk BBCA memberikan kontribusi terbesar dengan sumbangan sekitar 9,97 poin terhadap indeks. Disusul oleh PT Telkom Indonesia Persero Tbk TLKM dengan 8,34 poin, PT Bank Mandiri Persero Tbk BMRI 6,46 poin, PT Amman Mineral Internasional Tbk AMMN 2,86 poin, serta PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk BBNI 2,61 poin. Beberapa emiten lain yang turut menyumbang penguatan signifikan antara lain PT Dian Swastatika Sentosa Tbk DSSA, PT Bumi Resources Minerals Tbk BRMS, PT Vale Indonesia Tbk INCO, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk INKP, dan PT Merdeka Gold Resources Tbk MDKA.
Namun, momentum kenaikan IHSG sedikit tertahan oleh tekanan jual pada beberapa saham. PT United Tractors Tbk UNTR menjadi penekan terbesar dengan memangkas sekitar 2,51 poin dari indeks. Tekanan serupa juga datang dari PT Chandra Asri Pacific Tbk TPIA, PT Barito Renewables Energy Tbk BREN, PT Mora Telematika Indonesia Tbk MORA, PT Bank Permata Tbk BNLI, dan PT Bayan Resources Tbk BYAN.
Penguatan signifikan hari ini menjadi angin segar setelah IHSG terpuruk dalam enam hari perdagangan beruntun. Kenaikan ini juga terjadi seiring sinyal pemulihan di bursa-bursa regional Asia, menyusul koreksi tajam yang dialami indeks acuan saham Korea Selatan KOSPI dan Jepang Nikkei 225 akibat aksi jual pada saham-saham teknologi sebelumnya.










Tinggalkan komentar