Haluannews Ekonomi – Data dari Agincourt Resources, perusahaan tambang ternama, mengungkap setidaknya sepuluh negara yang menguasai tambang emas terbesar dunia, menyumbang sekitar 13 juta ons atau 12% produksi emas global pada 2021. Keberadaan tambang emas ini menjadi berkah tersendiri bagi perekonomian negara-negara tersebut, mengingat emas merupakan komoditas berharga dan instrumen investasi safe haven. Berikut daftarnya:

Related Post
Nevada Gold Mines (AS): Kompleks pertambangan emas terbesar di dunia, menghasilkan lebih dari 3,3 juta ons emas per tahun (2,9% produksi global). Gabungan operasi Barrick Gold dan Newmont Corporation, dua raksasa pertambangan emas dunia.
Muruntau (Uzbekistan): Mampu memproduksi sekitar 2,99 juta ons emas per tahun (2,6% produksi global). Dioperasikan oleh perusahaan milik negara, Navoi, tambang terbuka terdalam di dunia dengan kedalaman hampir 600 meter.
Grasberg (Indonesia): Bukan hanya tambang emas, tetapi juga salah satu tambang tembaga terbesar dunia. Dikelola bersama oleh PT Freeport-McMoRan, perusahaan BUMN Indonesia dan Amerika Serikat. Produksi emas mencapai 1,37 juta ons per tahun (1,2% produksi global). Terletak di ketinggian 4.100 mdpl di Papua, Grasberg merupakan lokasi penambangan bawah tanah dengan metode block-caving terbesar di dunia.
Olimpiada (Rusia): Berproduksi sejak 1996, menghasilkan sekitar 1,18 juta ons emas per tahun (1% produksi global). Dioperasikan oleh Polyus, perusahaan tambang emas Rusia.
Pueblo Viejo (Republik Dominika): Mampu memproduksi sekitar 814 ribu ons emas per tahun (0,7% produksi global). Berlokasi sekitar 100 km barat laut Santo Domingo, dioperasikan oleh Pueblo Viejo Dominicana Corporation (joint venture Barrick dan Newmont).
Kibali (Republik Demokratik Kongo): Terletak dekat kota Doko, berbatasan dengan Uganda. Produksi sekitar 812 ribu ons emas per tahun (0,7% produksi global). Dimiliki bersama oleh AngloGold Ashanti, Barrick Gold Corporation, dan SOKIMO (perusahaan tambang milik negara).
Cadia (Australia): Tambang emas terbesar di Australia, memproduksi 764.89 ribu ons emas per tahun, menempati posisi ke-7 dunia. Dioperasikan oleh Newcrest.
Lihir (Papua Nugini): Terletak di Pulau Niolam, di kawah gunung berapi aktif. Produksi sekitar 737.08 ribu ons emas per tahun (0,6% produksi global). Dioperasikan oleh Newcrest Mining Limited, dengan cadangan emas yang cukup besar untuk 30 tahun ke depan.
Canadian Malartic (Kanada): Dimiliki bersama oleh Yamana Gold dan Agnico Eagle, memproduksi sekitar 714.78 ribu ons emas per tahun (0,6% produksi global).
Boddington (Australia): Dioperasikan oleh Newmont, dengan cadangan emas sekitar 12,35 juta ons. Produksi sekitar 696 ribu ons emas per tahun (0,6% produksi global).

(pgr/pgr)











Tinggalkan komentar