Wow! Pasutri Belanda Hidup Mewah di Batavia, Rahasianya Bikin Geleng Kepala!

Wow! Pasutri Belanda Hidup Mewah di Batavia, Rahasianya Bikin Geleng Kepala!

Haluannews Ekonomi – Kehidupan mewah bak mimpi bagi banyak orang. Namun, bagi pasangan suami-istri (pasutri) asal Belanda di Batavia (Jakarta) era 1910-an, mimpi itu terwujud lewat cara yang tak terduga: mencuri uang bank senilai fantastis Rp 87 miliar! A.M. Sonneveld dan istrinya menikmati hidup bergelimang harta, berpesta pora di Societeit Harmoni, tempat hiburan malam elit di Batavia, tanpa sedikitpun rasa khawatir.

COLLABMEDIANET

Kemewahan yang mereka pamerkan tak menimbulkan kecurigaan. Sonneveld, mantan perwira KNIL yang pernah mendapat penghargaan dari Ratu Belanda dan kemudian menjabat kepala bagian keuangan di Nederlandsch Indie Escompto Maatschappij, bank swasta terbesar saat itu, memiliki reputasi yang mentereng. Gaji besarnya dianggap sebagai sumber kekayaan mereka.

Wow! Pasutri Belanda Hidup Mewah di Batavia, Rahasianya Bikin Geleng Kepala!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, kedok Sonneveld terbongkar pada awal September 1913. Berbagai koran di Hindia Belanda memberitakan aksi pencuriannya. Deli Courant misalnya, melaporkan Sonneveld, pria 45 tahun itu, mencuri 122 ribu gulden, setara dengan 73 kg emas atau sekitar Rp 87 miliar jika dikonversi ke nilai sekarang (dengan asumsi harga emas Rp 1,2 juta per gram).

Investigasi internal Bank Escompto mengungkap "permainan kotor" Sonneveld. Sebelum tertangkap, ia dan istrinya melarikan diri ke Bandung, lalu Surabaya, dengan tujuan Hong Kong. Deskripsi fisik Sonneveld yang disebarluaskan di berbagai media—kulit coklat, bekas luka di pipi kanan dan lutut—membantu polisi melacak keberadaannya.

Informasi dari seorang teman yang bertemu Sonneveld di kereta api menuju Surabaya, yang mengira Sonneveld akan melakukan studi banding ke cabang Bank Escompto di Hong Kong, menjadi kunci penangkapan. Polisi Hong Kong menangkap mereka, dan sisa uang curian berhasil disita.

Di pengadilan, Sonneveld mengakui kejahatannya, mengaku tergiur untuk hidup mewah. Istrinya yang turut serta menutupi perbuatannya, juga dihukum. Sonneveld dijatuhi hukuman 5 tahun penjara, sementara istrinya 3 bulan. Kasus ini tercatat sebagai pencurian terbesar di Batavia pada era tersebut.

Kisah Sonneveld menjadi pelajaran berharga di era digital saat ini, di mana modus kejahatan perbankan semakin canggih dan beragam. Kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai bentuk penipuan online menjadi kunci untuk mencegah kerugian finansial.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar