haluannews.id – Gelaran akbar CNBC Investment Forum 2026 baru-baru ini menjadi sorotan utama, mengupas tuntas prospek dan tantangan di balik implementasi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Forum bergengsi ini secara khusus menyoroti bagaimana regulasi krusial tersebut akan mengokohkan sektor keuangan sebagai lokomotif utama pendorong geliat ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi.

Related Post
Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa meskipun gejolak ekonomi dunia terus berlanjut, Indonesia tetap tampil sebagai episentrum pertumbuhan yang tangguh. Keberhasilan ini, menurutnya, tidak lepas dari kombinasi pengelolaan fiskal yang disiplin, kebijakan moneter yang pruden, serta serangkaian reformasi struktural, termasuk pengesahan UU P2SK. Regulasi ini bukan sekadar aturan, melainkan wujud nyata komitmen negara untuk menyetel ulang mesin pertumbuhan ekonomi.

UU P2SK dirancang sebagai instrumen vital untuk memperdalam pasar keuangan dan memperluas akses pendanaan bagi berbagai sektor. Dengan pondasi keuangan yang semakin kokoh, Indonesia diproyeksikan mampu mengakselerasi program hilirisasi industri. Visi besar ini menempatkan Tanah Air sebagai pemain kunci yang berpotensi menentukan harga komoditas strategis global, seperti nikel dan tembaga, di pasar internasional. Diskusi mendalam mengenai potensi ini tersaji lengkap dalam Investment Forum 2026 pada Rabu 15 Juli 2026 lalu.










Tinggalkan komentar