BTN Ungkap Jurus Jitu Kredit Melonjak Drastis

BTN Ungkap Jurus Jitu Kredit Melonjak Drastis

haluannews.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencetak kinerja cemerlang di paruh pertama tahun 2026, dengan total penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasi yang menembus angka Rp418,11 triliun. Angka ini menandai pertumbuhan impresif sebesar 11,2% secara tahunan, jauh melampaui capaian Rp376,11 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

COLLABMEDIANET

Kejutan terbesar datang dari segmen kredit non-perumahan yang meroket tajam. Lini bisnis ini mengalami lonjakan fantastis sebesar 46,1% secara tahunan, mencapai Rp85,22 triliun dari sebelumnya Rp58,34 triliun di Juni 2025. Fenomena ini menunjukkan keberhasilan strategi diversifikasi yang digalakkan BTN.

BTN Ungkap Jurus Jitu Kredit Melonjak Drastis
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Meskipun demikian, kredit perumahan tetap menjadi tulang punggung utama, menyumbang Rp332,88 triliun atau naik 4,8% dibandingkan periode serupa tahun lalu yang sebesar Rp317,77 triliun. Di dalam portofolio perumahan, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi terus menjadi motor penggerak utama, dengan outstanding yang tumbuh 8,1% secara tahunan menjadi Rp196,96 triliun dari Rp182,17 triliun. BTN juga telah menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) senilai Rp4,1 triliun sejak produk ini diluncurkan akhir Oktober 2025.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan bahwa lonjakan kredit non-perumahan merupakan buah dari ekspansi pembiayaan ke berbagai sektor vital. Mulai dari pendidikan, kesehatan, pemerintahan, lembaga keuangan, hingga segmen ritel, semuanya menjadi sasaran perluasan jangkauan BTN. Perseroan juga aktif menggarap pembiayaan kendaraan bermotor melalui kemitraan strategis dengan perusahaan multifinance, sebagai bagian integral dari strategi "beyond mortgage" untuk mengoptimalkan penjualan silang kepada nasabah.

"Strategi beyond mortgage bukan berarti kami meninggalkan bisnis inti pembiayaan perumahan. Justru, ini melengkapinya, memastikan nasabah BTN dapat mengakses berbagai fasilitas kredit, mulai dari masa produktif hingga memasuki masa pensiun," tegas Nixon, Kamis (16/6/2026).

Tak hanya itu, kualitas aset BTN juga menunjukkan perbaikan signifikan. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) bruto berhasil ditekan hingga ke level 3%, terkoreksi positif dari posisi Juni 2025 yang sebesar 3,3%. Rasio loan at risk (LAR) juga membaik, dari 20,2% menjadi 18,6% pada periode yang sama.

Dalam rangka mengakselerasi diversifikasi bisnis, BTN telah merampungkan akuisisi tahap pertama portofolio kredit pensiunan dari PT Bank SMBC Indonesia Tbk senilai sekitar Rp12,6 triliun. Akuisisi tahap kedua senilai sekitar Rp7,34 triliun direncanakan akan dilanjutkan pada kuartal III-2026.

Melalui serangkaian strategi ini, BTN memproyeksikan kontribusi kredit non-perumahan akan meningkat secara bertahap, mencapai sekitar 30% dari total portofolio kredit dalam lima tahun ke depan. Langkah ambisius ini bertujuan untuk menciptakan struktur bisnis yang lebih seimbang dan mengurangi ketergantungan pada pembiayaan perumahan semata.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar