Unilever Sabet Gelar Bergengsi ESG Bikin Kagum

Unilever Sabet Gelar Bergengsi ESG Bikin Kagum

haluannews.id – PT Unilever Indonesia Tbk kembali mengukir prestasi gemilang dengan menyabet penghargaan bergengsi Best Emiten dalam ajang ESG Award 2026. Penghargaan dari Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia KEHATI ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan di setiap lini bisnisnya. Prestasi ini menempatkan Unilever Indonesia sebagai yang terbaik di kategori Pasar Modal.

COLLABMEDIANET

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Communications Corporate Affairs & Sustainability Unilever Indonesia Nurdiana Darus di Jakarta pada Kamis 6 Agustus. Ini menegaskan dedikasi perusahaan dalam menjalankan operasional yang bertanggung jawab melalui penerapan prinsip keberlanjutan yang terintegrasi di seluruh kegiatan usaha.

Unilever Sabet Gelar Bergengsi ESG Bikin Kagum
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Nurdiana Darus mengungkapkan bahwa keberlanjutan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari filosofi bisnis Unilever Indonesia. "Kami sangat bersyukur atas penghargaan Best Emiten ini yang merupakan kali kedua kami raih setelah sebelumnya pada tahun 2023. Pengakuan ini merefleksikan upaya berkelanjutan kami untuk menghadirkan kinerja yang transparan bertanggung jawab dan berkelanjutan sekaligus berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan SDGs serta penguatan ekosistem investasi berbasis ESG di Indonesia," ujarnya seperti dikutip pada Jumat 7 Agustus 2026.

Penghargaan ini juga mencerminkan berbagai inisiatif yang telah dilakukan perusahaan dalam memperkuat implementasi keberlanjutan di tiga pilar utama: lingkungan sosial dan tata kelola. Di sektor lingkungan sepanjang tahun 2025 Unilever Indonesia berhasil mengumpulkan dan memproses lebih dari 80.000 ton sampah plastik. Angka ini bahkan melampaui jumlah plastik yang digunakan dalam kemasan produk mereka pada periode yang sama.

Melalui jaringan luas yang mencakup lebih dari 5.000 bank sampah di 50 kota dan kabupaten serta hampir 2.900 gerai isi ulang perusahaan juga telah sukses memanfaatkan 3.044 ton plastik daur ulang pasca-konsumsi PCR dalam kemasan produknya. Upaya proaktif ini turut berkontribusi pada penurunan penggunaan plastik baru sebesar 20 persen dibandingkan tahun dasar 2019.

Pada aspek sosial Unilever Indonesia terus berupaya menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan setara. Saat ini 43,2 persen posisi manajerial senior diisi oleh perempuan menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keberagaman dan kepemimpinan yang inklusif. Perusahaan juga mencatat nol kecelakaan kerja yang fatal sebagai bagian dari fokus berkelanjutan pada kesehatan dan keselamatan karyawan. Selain itu untuk menjaga kualitas dan kepercayaan konsumen seluruh pabrik Unilever Indonesia telah menerapkan Sistem Jaminan Halal SJH dan 87 persen produk makanannya telah memenuhi Standar Nutrisi Tertinggi HNS berdasarkan standar internal Unilever dan acuan Organisasi Kesehatan Dunia WHO.

Dalam hal tata kelola pengelolaan ESG perusahaan berada di bawah pengawasan ketat Direksi Business Integrity Committee serta Central Safety Health and Environmental Committee. Pendekatan tata kelola yang kuat ini berhasil mengantarkan Unilever Indonesia mempertahankan predikat Leadership in Corporate Governance selama delapan tahun berturut-turut dengan meraih skor 111,13 dalam ASEAN Corporate Governance Scorecard ACGS. Berbagai capaian lain juga termasuk S&P Global ESG Score sebesar 52 IDX ESG Score sebesar 18,21 serta mempertahankan peringkat PROPER Biru untuk seluruh fasilitas produksinya selama tiga tahun berturut-turut.

"Kami sangat meyakini bahwa keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring sejalan. Penghargaan ini menjadi pengingat penting bahwa kolaborasi dan konsistensi dalam menjalankan komitmen keberlanjutan mampu menciptakan dampak yang signifikan tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga bagi masyarakat luas dan lingkungan. Ke depan kami akan terus memperkuat upaya untuk menghadirkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab," pungkas Nurdiana.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar