Terungkap Laba Pengelola Mal Elite Anjlok Parah

Terungkap Laba Pengelola Mal Elite Anjlok Parah

haluannews.id – Kinerja keuangan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), pengelola pusat perbelanjaan ternama seperti Kota Kasablanka dan Gandaria City, menunjukkan penurunan laba signifikan pada paruh pertama tahun ini. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp1 triliun, merosot 11,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,13 triliun.

COLLABMEDIANET

Meskipun laba bersih tertekan, perusahaan berhasil mempertahankan pendapatan. Data laporan keuangan yang dirilis melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, pendapatan PWON hanya naik tipis 0,01% menjadi Rp3,37 triliun di semester I. Kestabilan pendapatan ini diiringi dengan upaya efisiensi pada beban pokok penjualan, yang berhasil ditekan 2,7% menjadi Rp1,45 triliun dari sebelumnya Rp1,49 triliun. Penurunan beban pokok ini berimbas positif pada laba kotor, yang justru meningkat 2,2% menjadi Rp1,92 triliun.

Terungkap Laba Pengelola Mal Elite Anjlok Parah
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, tidak semua pos beban menunjukkan perbaikan. Beban penjualan berhasil dipangkas 5,29% menjadi Rp156,3 miliar. Sebaliknya, beban umum dan administrasi justru membengkak 10% mencapai Rp296,3 miliar, dibandingkan Rp269,2 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, beban keuangan menunjukkan penurunan 3,38% menjadi Rp178,4 miliar, namun beban pajak final sedikit naik 1,25% menjadi Rp220,5 miliar.

Dari sisi pendapatan dan beban lain-lain, terjadi dinamika yang cukup menarik. Penghasilan bunga perusahaan meningkat 4,15% menjadi Rp301,56 miliar. PWON juga mencatat keuntungan signifikan dari instrumen keuangan derivatif sebesar Rp85,15 miliar, sebuah pembalikan positif dari kerugian Rp7,9 miliar pada semester I tahun sebelumnya.

Di sisi lain, perusahaan tidak lagi membukukan keuntungan dari tender offer obligasi yang pada semester I-2025 masih menyumbang Rp30,41 miliar. Kerugian kurs mata uang asing bersih menunjukkan perbaikan, menyusut 22,3% menjadi Rp55,3 miliar. Namun, pos lain-lain bersih justru memburuk, mencatat kerugian Rp142,08 miliar, meningkat 29,6% dari kerugian Rp109,7 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Kombinasi berbagai faktor ini pada akhirnya menyebabkan laba sebelum pajak PWON terkoreksi 9,58% menjadi Rp1,2 triliun. Meski demikian, beban pajak penghasilan bersih perusahaan turun 15,2% menjadi Rp1,88 miliar.

Secara keseluruhan, total aset PWON terus bertumbuh, mencapai Rp37,6 triliun hingga semester I tahun ini, naik dari Rp36,4 triliun pada akhir tahun 2025. Perkembangan aset ini menunjukkan ekspansi dan kekuatan fundamental perusahaan di tengah tantangan fluktuasi laba.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar