Terungkap! Cita-Cita Masa Kecil Dirut BRI Hery Gunardi: Bukan Sekadar Uang!

Terungkap! Cita-Cita Masa Kecil Dirut BRI Hery Gunardi: Bukan Sekadar Uang!

Haluannews Ekonomi – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., Hery Gunardi, baru-baru ini membagikan kisah inspiratif mengenai perjalanan kariernya yang ternyata berakar dari cita-cita masa kecilnya untuk menjadi seorang bankir. Pengakuan ini disampaikan dalam sesi kelas edukasi pada Jogja Financial Festival di Jogja Expo Center, Daerah Istimewa Yogyakarta.

COLLABMEDIANET

"Waktu saya masih kecil, itu cita-cita saya ada dua. Yang pertama, memang sudah menjadi cita-cita dari kecil untuk menjadi bankir. Kedua, saya juga ingin menjadi seorang insinyur," ungkap Hery, seperti dikutip dari Haluannews.id. Ia menekankan bahwa kedua profesi tersebut memiliki nilai kemuliaan yang serupa di matanya.

Terungkap! Cita-Cita Masa Kecil Dirut BRI Hery Gunardi: Bukan Sekadar Uang!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Hery menjelaskan, seorang insinyur atau teknik sipil memiliki peran vital dalam pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat luas. "Jika seorang insinyur membangun jembatan, orang yang tadinya kesulitan menyeberang sungai kini hidupnya lebih mudah. Yang tidak punya jalan, dibuatkan jalan, sehingga hidupnya pun menjadi lebih mudah," paparnya, menggambarkan dampak langsung profesi teknik terhadap kualitas hidup.

Demikian pula dengan profesi bankir. Menurut Hery, tugas seorang bankir adalah mulia karena bertanggung jawab dalam menjaga dan mengelola dana nasabah. Dana yang terkumpul tersebut, lanjutnya, kemudian disalurkan kembali dalam bentuk pinjaman kepada debitur atau nasabah lain, yang secara tidak langsung turut menggerakkan roda perekonomian.

Kemuliaan tugas bankir bahkan semakin terasa ketika penyaluran kredit difokuskan pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bahkan hingga ultra mikro. Sektor ini kerap menjadi tulang punggung perekonomian dan sangat membutuhkan dukungan finansial untuk berkembang. "Seperti itu, sama-sama mulia," tegas Hery di hadapan para wirausahawan yang antusias mengikuti sesinya.

Dalam kesempatan tersebut, Hery juga menceritakan awal mula kiprahnya di industri perbankan. Ia memulai karier di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo). Namun, gejolak krisis moneter 1998 mengubah lanskap perbankan nasional, di mana Bapindo kemudian dimerger bersama Bank Bumi Daya, Bank Exim, dan Bank BDN untuk membentuk entitas baru bernama Bank Mandiri.

"Kebetulan, saya dulu dari Bapindo. Tapi mungkin perjalanan takdir, pada saat merger 1998-1999 itu, atasan saya, direksi saya, menugaskan saya untuk menjadi tim merger," kenangnya. Hery mengungkapkan bahwa ia bukan sekadar anggota tim biasa, melainkan bagian dari tim inti (core team) yang memiliki tanggung jawab besar. Ia bahkan berkesempatan membantu tokoh-tokoh perbankan terkemuka saat itu, seperti Robby Djohan dan Agus Martowardojo, dalam proses pembentukan Bank Mandiri.

"Saya adalah orang yang masuk di core teamnya, bukan yang di ece-ece gitu ya, tapi itu core team ya, membantu zaman dulu adalah Pak Robby Djohan, sama Pak Agus (Martowardojo) juga ya," paparnya, mengakui dirinya sebagai anggota termuda dalam tim bersejarah tersebut. Pengalaman berharga ini menjadi fondasi kuat yang membentuknya menjadi bankir ulung seperti sekarang.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar