Haluannews Ekonomi – Pemerintah Indonesia sedang mengkaji pemberian stimulus fiskal dan berbagai insentif guna mendorong partisipasi investor dalam instrumen reksa dana, khususnya melalui inisiatif Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR). Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pasar modal domestik.

Related Post
Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menegaskan bahwa penguatan ekosistem reksa dana merupakan kunci untuk memperdalam pasar modal domestik. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan untuk merealisasikan tujuan tersebut.

Dalam sebuah kesempatan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/4/2026), Friderica, yang akrab disapa Kiki, secara langsung menyampaikan permohonan dukungan kebijakan fiskal kepada Menteri Keuangan. Ia menambahkan bahwa pihaknya telah berdiskusi awal dengan Menkeu mengenai prasyarat yang mungkin diajukan untuk pengembangan reksa dana di masa mendatang.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal positif. Ia berjanji akan mempertimbangkan pemberian insentif jika Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) menunjukkan progres signifikan dalam kurun waktu enam bulan ke depan.
Purbaya menjelaskan, bentuk insentif yang akan digodok untuk pasar modal salah satunya adalah pengurangan Pajak Penghasilan (PPh). Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan penghimpunan dana di pasar modal, yang pada gilirannya akan menjadi motor penggerak perekonomian nasional.
"Tentu, akan kami evaluasi seiring berjalannya program. Jika hasilnya positif, pengurangan PPh bisa dilakukan secara bertahap," ujar Purbaya. Ia menambahkan, "Saya memiliki kepentingan besar terhadap sektor keuangan. Dana yang terhimpun dari sini dapat dialokasikan untuk pembelian obligasi atau instrumen investasi lainnya, yang pada akhirnya akan menggerakkan roda perekonomian. Meskipun mungkin ada potensi kerugian penerimaan pajak di awal, pada akhirnya negara akan diuntungkan karena adanya tambahan modal yang menggerakkan ekonomi."
Lebih lanjut, Purbaya turut mengajak generasi muda untuk aktif berinvestasi, menjadikan reksa dana sebagai pintu gerbang awal memasuki dunia pasar modal. Ia menekankan bahwa peningkatan jumlah investor domestik merupakan fondasi krusial dalam memperkokoh ketahanan dan stabilitas pasar.
(Haluannews.id/fsd)
Editor: Rohman




Tinggalkan komentar