Haluannews Ekonomi – Haluannews.id sukses menyelenggarakan Gold Outlook 2026 pada Jumat, 30 Januari 2026, dengan mengusung tema krusial "Membangun Ekosistem Emas Nasional untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi 8%". Acara ini menjadi platform penting untuk membedah prospek masa depan emas di tanah air serta kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Deputi Bidang Koordinasi ESDM Kemenko Perekonomian RI, Elen Setiadi, dalam pidato kuncinya menegaskan optimisme pemerintah: ekosistem emas yang kuat dan terintegrasi akan menjadi pilar utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Related Post
Gelaran Gold Outlook 2026 ini bukan sekadar membahas potensi tambang emas, melainkan lebih jauh menyoroti pembangunan sebuah ekosistem komprehensif. Ekosistem ini mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari eksplorasi, penambangan, pengolahan, pemurnian, perdagangan, investasi, hingga industri hilir seperti perhiasan. Tujuannya jelas: memaksimalkan nilai tambah emas di dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor, dan menciptakan lapangan kerja yang berkualitas. Dengan demikian, sektor emas diharapkan mampu memberikan dorongan signifikan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% yang ambisius.

Dalam paparannya, Elen Setiadi menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan regulasi yang mendukung pengembangan ekosistem emas. Pemerintah memandang emas bukan hanya sebagai komoditas, melainkan aset strategis yang memiliki peran ganda: sebagai penyimpan nilai (store of value) dan motor penggerak ekonomi. Sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan investor menjadi kunci untuk membangun ekosistem yang resilien dan berkelanjutan, sejalan dengan cita-cita Indonesia Emas 2045 yang menargetkan Indonesia sebagai negara maju dan sejahtera.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar