Target Rp 813 T dari Danantara: Mungkinkah?

Target Rp 813 T dari Danantara: Mungkinkah?

Haluannews Ekonomi – Target ambisius Presiden Prabowo Subianto untuk Danantara, Badan Pengelola Investasi (BPI) Indonesia, mencapai kontribusi US$50 miliar (Rp 813,8 triliun) kepada negara, telah menjadi sorotan. CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan kesiapannya untuk mencapai target Return of Asset (ROA) tersebut dengan memanfaatkan investasi, aset, dan ekuitas yang ada. Strategi yang akan diadopsi, menurut Rosan, akan mengacu pada praktik pengelolaan Sovereign Wealth Fund (SWF) terbaik di dunia.

COLLABMEDIANET

Penjelasan lebih lanjut datang dari Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun. Angka US$50 miliar tersebut, jelasnya, merupakan proyeksi dampak ekonomi bergulir dari investasi Danantara, bukan semata-mata ROA. Misbakhun menekankan perbedaan antara proyeksi dampak ekonomi dan persentase ROA yang diharapkan dari investasi tersebut.

Target Rp 813 T dari Danantara: Mungkinkah?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Permintaan kontribusi fantastis ini muncul dari pidato kenegaraan Presiden Prabowo yang menekankan perlunya APBN Indonesia bebas defisit. Presiden Prabowo berargumen bahwa dengan aset BUMN yang nilainya melebihi US$1.000 triliun, kontribusi US$50 miliar seharusnya dapat dicapai. Ia pun menugaskan Danantara dan Kementerian BUMN untuk menata perusahaan-perusahaan negara agar target tersebut terwujud. Keberhasilan mencapai target ini akan menjadi penentu terbebasnya APBN dari defisit.

Pertanyaannya kini, seberapa realistis target Rp 813 triliun tersebut? Bisakah Danantara mencapai target ambisius ini dan bagaimana strategi yang akan dijalankan untuk mewujudkannya? Hal ini akan menjadi perhatian utama bagi pelaku pasar dan publik Indonesia.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar