Rahasia Transaksi Dolar AS Terkuak BI Beri Syarat

Rahasia Transaksi Dolar AS Terkuak BI Beri Syarat

haluannews.id – Bank Indonesia (BI) akhirnya membuka tabir mengenai transaksi dolar Amerika Serikat (AS) dalam jumlah besar. Masyarakat yang ingin membeli atau menukar valuta asing melebihi ambang batas US$10.000 ternyata masih diizinkan, namun dengan satu ketentuan penting yang wajib dipenuhi. Kebijakan ini menegaskan bahwa BI tidak bermaksud membatasi pergerakan valas, melainkan menata ulang tata kelolanya demi menjaga stabilitas ekonomi nasional.

COLLABMEDIANET

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa kunci dari transaksi dolar AS di atas US$10.000 adalah keberadaan dokumen pendukung atau underlying document. Dokumen ini harus secara jelas melandasi kebutuhan valuta asing tersebut. "Kami tidak membatasi masyarakat untuk bertransaksi dolar. Ini bukan tentang melarang, tapi tentang mengatur agar transaksinya sesuai kebutuhan dan memiliki dasar yang jelas," ujar Destry dalam acara Economic Update 2026 yang diselenggarakan haluannews.id pada Rabu 24 Juni 2026.

Rahasia Transaksi Dolar AS Terkuak BI Beri Syarat
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Destry mencontohkan, bagi individu yang berencana melanjutkan studi ke luar negeri, kebutuhan dolar AS tentu akan melampaui US$10.000. Dalam situasi seperti ini, dokumen seperti surat penerimaan dari universitas (acceptance letter) bisa menjadi underlying document yang sah. Dengan adanya bukti kebutuhan yang konkret, transaksi pembelian dolar dalam jumlah besar pun dapat dilakukan tanpa hambatan. "Intinya, belilah atau tukarlah sesuai dengan kebutuhan riil Anda," tegasnya.

Aturan baru terkait penyesuaian batas transaksi tunai pembelian valuta asing, termasuk dolar AS, terhadap rupiah ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026. Kebijakan ini lahir dari pengamatan cermat BI terhadap dinamika nilai tukar serta pola transaksi valas di pasar domestik. Tujuannya jelas: menjaga kestabilan nilai tukar rupiah dan memastikan pasar valuta asing di Tanah Air tetap sehat dan efisien.

Perlu dicatat, ini bukan kali pertama BI melakukan penyesuaian. Dalam setahun terakhir, bank sentral telah tiga kali merevisi ambang batas underlying pembelian dolar AS. Dimulai dari US$100.000, kemudian diturunkan menjadi US$50.000 pada Maret, lalu kembali dipangkas menjadi US$15.000 pada Juni, hingga akhirnya kini menekankan pentingnya dokumen pendukung untuk transaksi di atas US$10.000. Langkah progresif ini menunjukkan komitmen BI dalam mengelola pergerakan modal dan valuta asing secara hati-hati.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar