Haluannews Ekonomi – Sri Sultan Hamengkubuwana IX, sosok pemimpin Yogyakarta yang legendaris, dikenal bukan hanya karena kekayaannya, tetapi juga kesederhanaan dan kedekatannya dengan rakyat kecil. Kisah-kisah tentang kedermawanan dan gaya hidupnya yang bersahaja terus dikenang hingga kini.

Related Post
Meskipun mewarisi kekayaan dari kerajaan, Sultan HB IX memilih untuk tidak hidup dalam kemewahan. Ia bahkan tercatat menyumbangkan 6,5 juta gulden saat awal kemerdekaan, serta 5 juta gulden untuk membantu rakyat yang menderita. Jika dikonversikan ke nilai sekarang, jumlah tersebut setara dengan puluhan miliar rupiah.

Salah satu cerita menarik tentang kesederhanaan Sultan adalah ketika ia membeli es gerobakan di pinggir jalan di depan Stasiun Klender pada tahun 1946. Saat itu, di tengah cuaca yang panas, Sultan memilih untuk menikmati minuman segar ala rakyat jelata daripada pergi ke restoran mewah.
Namun, kisah yang paling ikonik adalah ketika Sultan HB IX menjadi sopir truk pengangkut beras. Suatu hari, saat mengendarai Land Rover miliknya dari desa ke kota, Sultan dihentikan oleh seorang pedagang beras wanita. Pedagang itu meminta tumpangan dan bantuan untuk mengangkut beras ke pasar.
Tanpa memperkenalkan diri sebagai Raja Jawa, Sultan dengan sigap membantu mengangkat dua karung beras besar ke atas truknya. Selama perjalanan, mereka berdua mengobrol akrab tanpa sang pedagang menyadari bahwa ia sedang berbicara dengan penguasa nomor satu di Yogyakarta.
Sesampainya di pasar, Sultan kembali membantu menurunkan karung beras. Pedagang itu kemudian memberikan upah kepada Sultan, namun dengan sopan ditolak. Merasa tersinggung karena mengira upahnya terlalu kecil, pedagang itu marah dan menganggap Sultan sombong.
Sultan pun pergi meninggalkan pedagang yang masih menggerutu. Tak lama kemudian, seseorang memberitahu pedagang itu bahwa sopir truk yang baru saja dimarahinya adalah Sultan Hamengkubuwana IX. Mendengar hal itu, pedagang tersebut kaget dan pingsan hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Mendengar kabar tersebut, Sultan HB IX segera menjenguk pedagang beras itu di rumah sakit. Kisah ini menjadi bukti nyata kesederhanaan dan kerendahan hati seorang pemimpin yang sangat dicintai rakyatnya.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar