haluannews.id – Kepanikan melanda pasar keuangan Indonesia pada Kamis (09/07/2026) pagi, tepatnya pukul 10:05 WIB. Tekanan jual masif menghantam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terperosok 0,16% ke level 5.863. Namun, yang paling mencuri perhatian adalah ambruknya nilai tukar Rupiah, yang secara mengejutkan menembus angka Rp 18.077 per Dolar Amerika Serikat, memicu kekhawatiran serius di kalangan investor.

Related Post
Situasi ini semakin diperkeruh dengan kabar bahwa lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings tengah memantau ketat status perekonomian Indonesia. Kondisi pasar yang bergejolak, ditandai dengan pelemahan mata uang dan indeks saham, tentu menjadi sorotan utama bagi lembaga tersebut dalam mengevaluasi prospek ekonomi Tanah Air.

Di sisi lain, gejolak geopolitik global turut memanaskan pasar komoditas. Harga minyak mentah melonjak mendekati angka USD 80 per barel setelah Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran. Ketegangan di Timur Tengah ini secara langsung memicu kenaikan harga energi. Tak hanya itu, harga batu bara juga ikut terangkat, didorong oleh lonjakan permintaan yang signifikan dari berbagai negara.
Berbagai sentimen, baik domestik maupun internasional, saling berkelindan memengaruhi pergerakan pasar keuangan Indonesia. Untuk analisis lebih mendalam mengenai faktor-faktor pendorong di balik gejolak ini, simak ulasan lengkap dari Mercy Widjaja dalam program Profit, haluannews.id, yang tayang pada Kamis (09/07/2026).










Tinggalkan komentar