Siapa Dalang di Balik Mal Megah Jakarta Ini

Siapa Dalang di Balik Mal Megah Jakarta Ini

haluannews.id – Tiga nama besar di kancah pusat perbelanjaan Jakarta, mulai dari Blok M Plaza yang legendaris, Kota Kasablanka (Kokas) yang selalu ramai, hingga Gandaria City (Gancit) yang modern, ternyata memiliki satu pemilik di baliknya. Sebuah fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui, bahwa ketiga destinasi belanja favorit warga ibu kota ini bernaung di bawah bendera PT Pakuwon Jati Tbk (PWON). Perusahaan properti raksasa ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Pakuwon Group, sebuah imperium bisnis yang didirikan dan dikendalikan oleh sosok konglomerat berpengaruh, Alexander Tedja.

COLLABMEDIANET

Lantas, siapa sebenarnya Alexander Tedja, pria di balik gemerlapnya mal-mal ternama ini? Berdasarkan catatan dari berbagai sumber terpercaya, Alexander Tedja memulai perjalanannya di dunia bisnis properti dengan mendirikan Pakuwon Group pada tahun 1982. Sejak saat itu, grup usahanya telah menjelma menjadi salah satu aktor kunci dalam pengembangan properti di dua kota metropolitan Indonesia, Jakarta dan Surabaya. Portofolio mereka sangat beragam, mencakup kondominium mewah, hotel berbintang, gedung perkantoran modern, hingga pusat perbelanjaan yang menjadi ikon kota.

Siapa Dalang di Balik Mal Megah Jakarta Ini
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kesuksesan Tedja dalam membangun kerajaan properti ini tidak lepas dari peran penting sang istri, Melinda Tedja. Keduanya dikenal memiliki insting bisnis yang luar biasa, terutama dalam mengidentifikasi potensi strategis suatu lokasi sebelum memutuskan untuk menjadikannya area pengembangan proyek. "Mereka sangat piawai dalam membaca karakter sebuah lokasi, apakah cukup menjanjikan atau tidak untuk dijadikan sentra pengembangan berbagai proyek propertinya," demikian pernah diulas dalam sebuah publikasi yang menyoroti para taipan Indonesia.

Mengenai pundi-pundi kekayaannya, data dari Forbes mencatat bahwa harta bersih Alexander Tedja saat ini diperkirakan mencapai US$ 955 juta. Jika dikonversi dengan asumsi nilai tukar rupiah sekitar Rp18.000 per dolar AS, angka tersebut setara dengan sekitar Rp17,19 triliun. Angka fantastis ini bukan hanya berasal dari deretan mal megah di Jakarta. Pria yang di awal kariernya sempat berkecimpung di industri perfilman ini juga memiliki jejak bisnis properti yang sangat kuat di Surabaya, dengan aset-aset prestisius seperti Tunjungan Plaza, Supermal Pakuwon, dan kawasan terpadu Pakuwon City yang menjadi kebanggaan kota. Alexander Tedja adalah bukti nyata bagaimana visi dan ketajaman bisnis dapat membangun sebuah kerajaan yang mengubah wajah perkotaan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar