haluannews.id – Perusahaan kesehatan terkemuka PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) baru saja membuat gebrakan besar di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Anak usaha Grup Prodia ini resmi diperdagangkan, melepas 522,9 juta saham baru yang setara 30% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga penawaran perdana Rp120 per lembar, langkah strategis ini berhasil mengumpulkan modal segar senilai Rp62,75 miliar.

Related Post
Tak butuh waktu lama, debut PRDL langsung mencuri perhatian investor. Sahamnya melesat tajam 35% atau 42 poin dari harga penawaran, mencapai level Rp162 per saham. Lonjakan ini mencetak rekor tertinggi di hari pertama perdagangan, menunjukkan antusiasme pasar yang luar biasa terhadap emiten sektor kesehatan ini.

Direktur Utama Prodia Diagnostic Line, Cristina Sandjaja, mengungkapkan optimisme tinggi terhadap prospek perusahaan. Ia melihat potensi pertumbuhan yang masih sangat besar, terutama pada fasilitas kesehatan primer yang jangkauannya belum sepenuhnya merata. "Dengan kualitas produk kami yang unggul, kapasitas produksi yang mumpuni, jaringan distribusi yang luas, serta tingginya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk kami, Prodia Diagnostic Line siap memperluas penetrasi pasar," jelas Cristina di Jakarta, Kamis (9/7/2026). Ia juga menambahkan, pihaknya berkomitmen menjadi mitra kunci pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan nasional.
Sebagian besar dana yang terkumpul dari penawaran saham perdana ini, sekitar Rp35,67 miliar, akan dialokasikan untuk melunasi kewajiban pinjaman kepada dua bank besar, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (Panin Bank).
Meskipun sempat mengalami fluktuasi, kinerja keuangan PRDL menunjukkan tanda pemulihan yang positif. Laba bersih perusahaan tercatat Rp35,8 miliar pada tahun 2023, sempat turun menjadi Rp10 miliar di tahun 2024, namun berhasil bangkit signifikan ke angka Rp17 miliar pada tahun 2025.
Sebagai informasi, PRDL merupakan perusahaan yang fokus pada pembuatan dan pengolahan alat kesehatan diagnostik in vitro (IVD). Fasilitas produksinya berlokasi strategis di Kawasan Industri Jababeka III, Cikarang, Jawa Barat, mendukung kapasitas produksi yang besar untuk memenuhi kebutuhan pasar.










Tinggalkan komentar