Saham ‘Kemahalan’ Rontok! Bos Danantara Ungkap Peluang Emas Investor

Saham 'Kemahalan' Rontok! Bos Danantara Ungkap Peluang Emas Investor

Haluannews Ekonomi – Dinamika pasar modal Indonesia kembali menjadi sorotan. Gelombang aksi jual investor, baik domestik maupun asing, belakangan ini mewarnai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Menyikapi fenomena ini, Chief Investment Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Pandu Sjahrir, memberikan pandangannya yang tajam.

COLLABMEDIANET

Menurut Pandu, koreksi yang terjadi pada sejumlah saham merupakan konsekuensi logis dari valuasi yang sudah terlampau tinggi, diperparah dengan penyesuaian kebijakan free float oleh MSCI yang sempat memicu guncangan pada IHSG. Pandu menjelaskan, banyak saham yang sebelumnya ia sebut sebagai ‘uninvestability’ atau memiliki valuasi yang sudah sangat mahal, kini memang sedang mengalami fase koreksi. "Banyak investor ritel melihat saham-saham yang kemarin saya sebut ‘uninvestability’ atau dengan valuasi sangat tinggi, kini terkoreksi," ungkapnya saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (3/2/2026), sebagaimana dilaporkan Haluannews.id.

Saham 'Kemahalan' Rontok! Bos Danantara Ungkap Peluang Emas Investor
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, di tengah tekanan jual tersebut, tren menarik justru terlihat pada saham-saham berfundamental solid. Mereka kembali menjadi buruan para investor. Bahkan, data perdagangan sesi I menunjukkan akumulasi pembelian bersih (net buy) oleh investor asing pada saham-saham tertentu. "Jika kita amati, saham-saham dengan fundamental kuat justru mengalami net buy dan menunjukkan performa positif. Ini adalah pola yang menarik, seperti yang kita prediksikan sebelumnya, kini mulai terwujud," tambahnya.

Danantara sendiri, lanjut Pandu, tidak berpangku tangan. Pihaknya justru memanfaatkan momentum koreksi ini untuk aktif melakukan pembelian pada saham-saham yang dinilai memiliki valuasi atraktif. Kriteria utama yang menjadi fokus adalah perusahaan dengan arus kas yang sehat, fundamental yang kuat, serta likuiditas pasar yang baik.

Pandu menegaskan, fenomena ini mengindikasikan adanya rekalibrasi alami di pasar. Koreksi pada saham-saham yang dinilai kemahalan justru membuka ‘pintu’ peluang emas bagi investor yang berorientasi jangka panjang untuk mengakumulasi aset berkualitas dengan harga yang lebih rasional dan prospek pertumbuhan yang menjanjikan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar