Haluannews Ekonomi – Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkatkan pengawasan terhadap pergerakan saham PT Hotel Sahid Jaya International Tbk. (SHID) dan PT Cipta Selera Murni Tbk. (CSMI) menyusul aktivitas perdagangan yang dinilai tidak wajar. Kedua emiten ini masuk dalam pantauan karena fluktuasi harga saham yang signifikan. Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan bagi investor.

Related Post
Dalam pengumuman resmi, BEI menyatakan bahwa status Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta mengindikasikan pelanggaran hukum di pasar modal. Namun, BEI tetap mencermati perkembangan transaksi saham SHID, yang terakhir kali merilis laporan bulanan registrasi pemegang efek pada 4 Juni 2025. Sebelumnya, UMA untuk SHID juga pernah diumumkan pada 4 Februari 2025.

Pada perdagangan Senin lalu, saham SHID melesat 25% ke level Rp1.075 per saham. Kenaikan ini cukup signifikan, mengingat dalam sebulan terakhir saham SHID telah terkerek 48,28%, dan 13,16% secara year to date (YTD). BEI menghimbau investor untuk cermat memperhatikan kinerja emiten, keterbukaan informasi, dan rencana aksi korporasi sebelum mengambil keputusan investasi.
Sementara itu, saham CSMI, induk perusahaan restoran Texas Chicken, juga menjadi sorotan BEI karena volatilitas yang tinggi. Informasi terakhir mengenai CSMI tertuang dalam keterbukaan informasi tanggal 2 Juli 2025 terkait ringkasan risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Berbeda dengan SHID, saham CSMI justru mengalami penurunan 14,67% pada perdagangan Senin lalu, ditutup di harga Rp1.105 per saham. Namun, secara bulanan saham CSMI telah terkoreksi 42,15% dan 63,53% secara YTD.
BEI menekankan pentingnya kehati-hatian bagi investor dalam merespon fluktuasi harga saham yang signifikan. Analisis mendalam terhadap kinerja perusahaan dan informasi publik menjadi kunci dalam pengambilan keputusan investasi yang bijak.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar