Rupiah Terkapar! Dolar AS Kembali Berjaya, Tembus Rp 16.620

Rupiah Terkapar! Dolar AS Kembali Berjaya, Tembus Rp 16.620

Haluannews Ekonomi – Nilai tukar rupiah kembali tertekan di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (4/12/2025). Mata uang Garuda ini dibuka melemah tipis 0,03% ke level Rp16.620 per dolar AS, setelah sebelumnya bergerak stagnan di posisi Rp16.615 per dolar AS. Data ini berdasarkan pantauan Refinitiv.

COLLABMEDIANET

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, justru menunjukkan penguatan sebesar 0,10% ke level 98,950. Penguatan ini terjadi setelah sehari sebelumnya DXY sempat menyentuh level terendahnya dalam sebulan.

 Rupiah Terkapar! Dolar AS Kembali Berjaya, Tembus Rp 16.620
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sejatinya, pergerakan rupiah hari ini mendapatkan angin segar dari melemahnya dolar AS di pasar global. DXY sebelumnya sempat merosot 0,51% ke 98,854, level terendah sejak 29 Oktober. Ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS (The Fed) juga semakin menguat, dengan probabilitas 89% untuk pemotongan 25 basis poin pada FOMC 10 Desember mendatang, menurut CME FedWatch Tool.

Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, bahkan di luar hari kerja resmi. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa upaya menjaga rupiah tidak mengenal hari libur.

Destry mencontohkan pelemahan tajam rupiah pada April lalu, ketika sempat menembus Rp17.000 per dolar AS saat libur Lebaran. Saat itu, BI melakukan intervensi agresif, termasuk di pasar luar negeri. Stabilitas kurs tetap menjadi fokus utama kebijakan BI, meskipun bank sentral juga memiliki mandat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Makanya kita pertahankan suku bunga kita. Kita tahu harus dorong growth, tapi kita dorong dengan kebijakan lain agar rupiah tetap menarik," jelas Destry.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar