Haluannews Ekonomi – Jakarta – Ambisi pemerintah untuk membangun 3 juta rumah per tahun terancam menemui jalan terjal. Presiden Direktur PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA), Adam Bilfaqih, mengungkapkan bahwa stimulus dari pemerintah dan otoritas moneter menjadi kunci utama untuk menggairahkan sektor properti di tahun 2025.

Related Post
Bilfaqih menjelaskan, penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) serta insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah (DTP) akan menjadi angin segar bagi penjualan rumah dan apartemen di seluruh Indonesia. Langkah ini krusial untuk mengatasi masalah kekurangan rumah (backlog) yang saat ini mencapai 15 juta unit, serta merealisasikan target ambisius pembangunan 3 juta rumah rakyat setiap tahunnya.

Namun, tantangan tidak berhenti di situ. Para pengembang properti juga membutuhkan dukungan konkret dalam bentuk kemudahan perizinan dan birokrasi, serta ketersediaan infrastruktur yang memadai. Hal ini akan mempercepat proses pembangunan properti dan mengurangi hambatan yang seringkali menghantui para pengembang.
Lebih lanjut, Bilfaqih menekankan pentingnya pembiayaan murah dan peningkatan daya beli masyarakat. Di era suku bunga rendah, kedua faktor ini akan menjadi motor penggerak utama bagi bisnis properti. Dengan akses pembiayaan yang terjangkau dan daya beli masyarakat yang meningkat, sektor properti dapat tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai prospek bisnis properti di tahun 2025, simak wawancara lengkap Maria Katarina dengan Presiden Direktur PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA), Adam Bilfaqih, dalam program Squawk Box, Haluannews.id.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar