Rugi Whoosh Meledak Investor Gigit Jari

Rugi Whoosh Meledak Investor Gigit Jari

haluannews.id – Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh terus menjadi sorotan tajam setelah kembali membukukan kerugian fantastis. Pemegang sahamnya, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), yang merupakan konsorsium Badan Usaha Milik Negara, mencatat defisit bersih sebesar Rp5,13 triliun hanya dalam enam bulan pertama tahun 2026. Angka ini jauh melampaui total kerugian sepanjang tahun 2025 yang mencapai Rp4,99 triliun, mengindikasikan laju pembengkakan beban finansial yang semakin tidak terkendali.

COLLABMEDIANET

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, sebagai pemegang saham mayoritas PSBI dengan porsi kepemilikan 58,53%, menjadi pihak yang paling merasakan dampak pahit dari kerugian ini. Laporan keuangan konsolidasian interim KAI per 30 Juni 2026 mengungkap kondisi neraca PSBI yang kini berada di ambang krisis.

Rugi Whoosh Meledak Investor Gigit Jari
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Yang paling mencemaskan, total kewajiban PSBI kini telah melampaui total asetnya. Dengan liabilitas sebesar Rp21,55 triliun dan aset hanya Rp21,53 triliun, secara teknis PSBI telah masuk ke dalam kondisi ekuitas negatif. Ini berarti seluruh aset perusahaan tidak lagi cukup untuk menutupi semua utangnya. Padahal, pada akhir 2025, PSBI masih memiliki cadangan ekuitas positif sekitar Rp5,1 triliun. Kombinasi aset yang terus menyusut dan kewajiban yang terus melonjak dalam periode singkat ini menegaskan adanya tekanan solvabilitas yang sangat nyata, bukan sekadar potensi risiko di masa depan.

Dampak kerugian Whoosh terhadap KAI terlihat jelas dalam pos "Bagian Rugi Bersih Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama" pada laporan laba rugi konsolidasian KAI. Beban kerugian dari Whoosh yang ditanggung KAI melonjak lebih dari tiga kali lipat, dari Rp948 miliar menjadi Rp3 triliun. Ironisnya, di saat yang sama, bisnis inti perkeretaapian KAI justru menunjukkan kinerja yang solid, dengan pendapatan angkutan naik 6,7% dan laba usaha melesat 26% secara tahunan. Namun, seluruh momentum pertumbuhan positif ini nyaris ludes tergerus oleh beban kerugian Whoosh yang masif. Akibatnya, laba bersih konsolidasian KAI anjlok tajam 73% menjadi hanya Rp314 miliar, angka yang sama sekali tidak merefleksikan kekuatan operasional perusahaan yang sebenarnya.

Sebagai konsekuensi langsung, nilai investasi KAI di PSBI terpangkas drastis, dari Rp4,79 triliun pada akhir 2025 menjadi hanya Rp1,79 triliun per Juni 2026. KAI bahkan telah membukukan cadangan penurunan nilai (impairment) sebesar Rp1,55 triliun sebagai langkah antisipasi terhadap risiko lanjutan yang mungkin timbul.

Laporan arus kas KAI juga mengonfirmasi bahwa perusahaan terus menyuntikkan dana segar untuk menopang keberlangsungan proyek KCJB. Di tengah kerugian yang terus membengkak, KAI tetap mengucurkan dana. Total kas dan setara kas KAI sendiri merosot signifikan, dari Rp6,76 triliun menjadi Rp4,85 triliun dalam enam bulan, salah satunya akibat arus kas keluar yang besar untuk mendukung PSBI dan proyek KC

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar