haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan IHSG menunjukkan ketangguhan luar biasa pada penutupan sesi pertama perdagangan Jumat 31 Juli 2026. Meskipun dihantam oleh pelemahan saham-saham perbankan berkapitalisasi jumbo indeks berhasil mempertahankan posisinya di zona hijau. IHSG sukses terkerek 048 persen dan parkir di level 621628. Sepanjang paruh pertama hari ini pergerakan indeks sempat berfluktuasi di rentang 620189 hingga 623662.

Related Post
Mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia tampil cemerlang mendominasi papan hijau. Sektor bahan baku memimpin penguatan dengan lonjakan 225 persen disusul properti yang naik 148 persen. Sektor utilitas juga tak ketinggalan dengan kenaikan 137 persen dan konsumer non-primer bertumbuh 112 persen.

Namun tidak semua sektor bernasib sama. Sektor finansial justru menjadi penekan utama dengan koreksi 051 persen. Disusul sektor teknologi yang melemah 030 persen dan konsumer primer yang terkoreksi tipis 013 persen.
Kenaikan IHSG pada sesi ini sebagian besar ditopang oleh performa gemilang saham-saham berbasis komoditas dan properti. PT Amman Mineral Internasional Tbk AMMN menjadi penyumbang poin terbesar bagi indeks dengan kontribusi 763 poin. Selanjutnya PT Maha Properti Indonesia Tbk MPRO dan PT Vale Indonesia Tbk INCO masing-masing memberikan dorongan 210 poin. Tak hanya itu PT Bank Mandiri Persero Tbk BMRI ikut menyumbang 185 poin PT Barito Renewables Energy Tbk BREN 175 poin serta PT Barito Pacific Tbk BRPT 164 poin.
Di sisi lain laju positif indeks sedikit tertahan oleh tekanan dari saham-saham perbankan dan telekomunikasi raksasa. PT Bank Central Asia Tbk BBCA menjadi pemberat terbesar dengan menarik turun 999 poin dari IHSG. Disusul PT Telkom Indonesia Persero Tbk TLKM yang memangkas 627 poin PT Sinar Mas Multiartha Tbk SMMA sebesar 317 poin dan PT Capital Financial Indonesia Tbk CASA sebesar 174 poin.
Secara keseluruhan pergerakan IHSG di sesi pertama ini mengindikasikan pola konsolidasi yang sehat setelah reli kuat dalam beberapa pekan terakhir. Selama indeks mampu bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari tren jangka pendek masih cenderung positif. Namun investor tetap diimbau untuk mewaspadai sinyal perlambatan momentum kenaikan yang mulai tercermin dari indikator MACD.










Tinggalkan komentar