Haluannews Ekonomi – Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) kembali menunjukkan komitmennya dalam menggerakkan roda perekonomian nasional, khususnya sektor kerakyatan. Hingga April 2026, bank pelat merah ini berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp14,54 triliun, menjangkau 113.223 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai penjuru Indonesia.

Related Post
Angka realisasi ini mencerminkan 35,45% dari target penyaluran KUR Bank Mandiri untuk tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp41 triliun. Manajemen perseroan menegaskan bahwa capaian ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap penguatan sektor produktif domestik serta upaya memperluas jangkauan pembiayaan bagi para pelaku UMKM.

Bayu Trisno Arief Setiawan, SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri, mengungkapkan bahwa kualitas kredit KUR yang disalurkan perseroan tetap terjaga prima. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang berhasil dipertahankan di level 1%.
“Kami memandang penyaluran KUR sebagai instrumen vital yang menghadirkan nilai pertumbuhan konkret bagi masyarakat,” jelas Bayu dalam keterangan resminya, Selasa (19/5/2026). Ia menambahkan, “Dengan dukungan modal kerja yang akurat, serta kemudahan dan kenyamanan layanan Bank Mandiri, kami bertekad membantu UMKM untuk meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas jangkauan pasar, bahkan menciptakan peluang kerja baru di beragam sektor produktif.”
Secara sektoral, penyaluran KUR Bank Mandiri hingga April 2026 menunjukkan dominasi pada sektor produksi, dengan porsi mencapai 63,07% atau setara Rp9,16 triliun. Di antara sektor produksi, pertanian menjadi kontributor utama dengan nilai Rp4,69 triliun, menegaskan komitmen bank dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Sementara itu, sektor jasa produksi mencatatkan angka Rp3,16 triliun, disusul oleh sektor industri pengolahan yang menyerap Rp1,1 triliun.
Secara akumulatif, sejak program KUR digulirkan oleh pemerintah pada tahun 2008 hingga April 2026, total pembiayaan KUR yang telah disalurkan Bank Mandiri mencapai Rp317,78 triliun. Dana ini telah menjangkau lebih dari 3,7 juta debitur di seluruh pelosok Indonesia.
Untuk strategi ke depan, perseroan menyatakan akan terus mengintensifkan penyaluran KUR melalui pendekatan pembiayaan berbasis ekosistem atau closed-loop. Pendekatan ini akan mengintegrasikan UMKM dengan nasabah wholesale serta sektor-sektor unggulan di berbagai daerah. Diharapkan, strategi ini dapat menumbuhkan sinergi kuat antara UMKM, distributor, mitra usaha, hingga off-taker dalam sebuah rantai nilai bisnis yang terpadu.
Tidak hanya fokus pada aspek pembiayaan, Bank Mandiri juga aktif memperluas layanan transaksi dan pembayaran angsuran melalui jaringan Mandiri Agen yang tersebar di berbagai wilayah. Selain itu, upaya penguatan literasi keuangan dan digital bagi pelaku UMKM juga terus digencarkan.
“Dengan ditopang oleh jaringan layanan dan ekosistem digital yang semakin solid, kami sangat optimistis bahwa penyaluran KUR akan semakin tepat sasaran dan mampu memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih luas bagi masyarakat,” tutup Bayu. Ia menegaskan, “UMKM yang berkembang pesat akan menjadi pilar krusial dalam penciptaan lapangan kerja, penguatan ketahanan pangan, serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.”
Editor: Rohman









Tinggalkan komentar