Rekor! 144 Emiten Kumpulkan Rp167,92 Triliun di Pasar Modal RI

Rekor! 144 Emiten Kumpulkan Rp167,92 Triliun di Pasar Modal RI

Haluannews Ekonomi – Pasar modal Indonesia mencatatkan kinerja impresif hingga akhir Agustus 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penghimpunan dana mencapai angka fantastis, yakni Rp167,92 triliun. Prestasi ini ditopang oleh 144 pernyataan pendaftaran yang telah disetujui efektif untuk penawaran umum. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor yang tinggi terhadap pasar modal Tanah Air.

COLLABMEDIANET

Eddy Manindo Harahap, Deputi Komisioner Pengawasan Pengelola Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK, memaparkan rinciannya. Dari 144 penawaran umum tersebut, 16 di antaranya merupakan emiten baru. Rinciannya, 14 emiten saham dan 2 penerbit efek bersifat utang atau sukuk. Kinerja positif ini juga diikuti oleh pertumbuhan jumlah investor yang signifikan. Hingga akhir Agustus 2025, jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai 18,02 juta orang.

Rekor! 144 Emiten Kumpulkan Rp167,92 Triliun di Pasar Modal RI
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Di sektor pendanaan alternatif, Security Crowdfunding (SCF) juga menunjukkan perkembangan positif. Sepanjang Agustus 2025, tercatat 23 efek baru dan 7 penerbit baru, sehingga total penerbit efek SCF mencapai 541. Sementara itu, perkembangan pasar karbon juga menunjukkan tren positif dengan penambahan 8 pengguna jasa terdaftar di pusat karbon dan peningkatan volume transaksi sebesar 5.465 ton CO2 ekuivalen. Total volume transaksi karbon kini mencapai 1.604.822 ton CO2 ekuivalen dengan akumulasi nilai Rp78,4 miliar.

OJK menilai, fundamental ekonomi Indonesia yang solid serta komitmen menjaga stabilitas pasar mampu membatasi dampak volatilitas yang terjadi pada akhir Agustus dan awal September 2025. Ke depan, OJK optimistis pasar akan terus membaik. OJK juga menekankan telah menerapkan bauran kebijakan untuk menjaga pasar tetap berkelanjutan, merespon dinamika kebijakan global melalui langkah-langkah seperti layback saham tanpa rupiah, penundaan implementasi pembiayaan short selling, penyesuaian trading hub, dan penerapan asymmetric auto rejection.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar