haluannews.id – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), emiten yang bergerak di sektor kendaraan listrik milik grup Bakrie, mencatatkan performa keuangan yang sangat impresif pada tahun 2026. Perusahaan ini berhasil membukukan lonjakan laba bersih yang signifikan, mencerminkan keberhasilan strategi ekspansi mereka di tengah tren transisi energi hijau di Indonesia.

Related Post
Berdasarkan laporan kinerja terbaru, VKTR berhasil meraup pendapatan sebesar Rp1,06 triliun hingga kuartal III-2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat, yakni naik sebesar 49 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya mencatatkan pendapatan Rp717 miliar. Kenaikan pendapatan ini menjadi motor penggerak utama bagi kenaikan laba bersih perusahaan yang melonjak 47 persen secara tahunan (YoY), dari Rp8,2 miliar menjadi Rp12,1 miliar.

Keberhasilan ini tidak datang begitu saja. Pertumbuhan tersebut didorong oleh dua pilar bisnis utama perusahaan. Pertama, sektor penjualan kendaraan listrik komersial mencatatkan pertumbuhan fantastis sebesar 91 persen (YoY), dengan pendapatan mencapai Rp186 miliar. Kontribusi segmen ini terhadap total pendapatan perusahaan pun ikut naik menjadi 17 persen.
Pilar kedua adalah bisnis manufaktur suku cadang otomotif yang menyumbang pendapatan sebesar Rp880 miliar, atau tumbuh 41 persen dibandingkan tahun lalu. Kenaikan ini selaras dengan geliat industri otomotif nasional, terutama pada segmen kendaraan komersial yang menurut data GAIKINDO tumbuh sebesar 42 persen per September 2026.
Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, A. Ardiansyah Bakrie, mengungkapkan bahwa peluang di industri kendaraan listrik komersial di tanah air semakin terbuka lebar. Menurutnya, perusahaan tidak hanya berfokus pada angka penjualan semata, tetapi juga berkomitmen membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang. Hal ini dilakukan melalui penguatan manufaktur dalam negeri serta pengembangan solusi yang memudahkan pelanggan dalam mengadopsi teknologi listrik, baik dari sisi operasional maupun finansial.
Secara operasional, VKTR menunjukkan dominasi yang kuat di pasar bus listrik. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, total penjualan perusahaan meroket hingga 235 persen (YoY). Dari total penjualan tersebut, bus listrik menjadi kontributor terbesar dengan porsi 52,5 persen, disusul oleh sasis sebesar 37,7 persen, transporter listrik 8,2 persen, dan forklift listrik 1,6 persen.
Salah satu pencapaian prestisius pada kuartal III-2026 adalah keberhasilan VKTR mengirimkan 27 unit bus listrik berukuran 12 meter untuk operator Trans Semarang. Langkah ini mengukuhkan posisi VKTR sebagai pionir penyedia bus listrik untuk layanan transportasi publik di kota tersebut.
Menatap akhir tahun, VKTR optimis dapat terus memperluas pangsa pasar. Perusahaan telah mulai merealisasikan pengiriman rolling chassis light-duty truck (LDT) untuk sektor agribisnis dan tengah memacu produksi sejumlah pesanan bus listrik untuk proyek transportasi publik yang ditargetkan rampung pada penghujung tahun 2026. Dengan posisi ekuitas yang stabil di angka Rp1,258 triliun, VKTR tampak siap menghadapi tantangan ekspansi di masa depan.










Tinggalkan komentar