Haluannews Ekonomi – Kisah sukses Bentoel, salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia, ternyata berawal dari sebuah mimpi. Ong Hok Liong, pendiri Bentoel yang lahir di Bojonegoro pada 12 Agustus 1893, memulai perjalanannya dengan pabrik kecil bernama Strootjes-Fabriek Ong Hok Liong di Malang pada awal 1930-an. Pabrik ini kemudian berganti nama menjadi Hien An Kongsie, memproduksi rokok dengan merek seperti Burung, Klabang, dan Djeroek Manis. Informasi ini berdasarkan catatan sejarawan Rudy Badil dalam buku "Kretek Jawa: Gaya Hidup Lintas Budaya" (2011).

Related Post
Namun, titik balik terjadi pada 1950-an. Sebuah mimpi saat berziarah ke makam Mbah Djugo di Gunung Kawi, yang menampilkan ubi talas, mengubah segalanya. Juru kunci makam menafsirkan mimpi tersebut sebagai pertanda untuk mengganti nama pabrik. Dari situlah lahir nama "Bentoel," ejaan lama dari "bentul" (talas dalam bahasa Jawa). George Quinn dalam "Bandit Saints of Java" (2019) mencatat, pada 1967, Ong Hok Liong telah menjadi seorang multijutawan, dan Bentoel telah menjadi perusahaan rokok pribumi terbesar kedua di Indonesia.

Setelah resmi berganti nama menjadi PT Perusahaan Rokok Tjap Bentoel pada 1954, bisnis berkembang pesat. Sebelum 1960, perusahaan telah mempekerjakan 3.000 orang, dan iklannya dengan slogan "Memang betul merokok tjap Bentoel" cukup populer.
Sayangnya, kejayaan Bentoel memudar di era 1980-an. Beban utang yang mencapai US$ 350 juta kepada bank lokal dan kreditor asing memaksa keluarga Ong Hok Liong melepas 70% sahamnya. Upaya akuisisi oleh Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) gagal, dan akhirnya Rajawali Group milik Peter Sondakh mengambil alih.
Pada 1997, aset perusahaan dialihkan ke PT Bentoel Prima, sementara entitas lama dibubarkan. Pada tahun 2000, perusahaan resmi menjadi PT Bentoel Internasional Investama Tbk. Saat ini, mayoritas saham Bentoel (92,48%) dikuasai oleh raksasa tembakau global British American Tobacco (BAT), sisanya dimiliki publik. Kisah Bentoel menjadi bukti bagaimana sebuah mimpi dapat mengubah nasib sebuah perusahaan dan membentuk lanskap industri rokok Indonesia.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar