Haluannews Ekonomi – Bursa Efek Indonesia (BEI) memanggil Bukalapak (BUKA) untuk klarifikasi terkait rencana penutupan penjualan produk fisik di marketplace-nya. Sorotan utama tertuju pada penggunaan dana hasil Initial Public Offering (IPO) yang mencapai Rp 9,82 triliun hingga Juni 2024. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan BEI telah melakukan hearing dan penelaahan laporan keuangan BUKA. "Kita tanyakan relevansi dana IPO yang dihimpun, karena tujuannya untuk pengembangan e-commerce," tegas Nyoman kepada wartawan, Kamis (9/1/2025).

Related Post
Penjelasan BUKA menyebutkan penutupan hanya menyasar penjualan produk fisik online, bukan seluruh bisnis e-commerce. "E-commerce-nya tetap jalan dan berkontribusi lebih dari 50%," jelas Nyoman. Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Saham Perdana menunjukkan BUKA telah menggunakan Rp 11,49 triliun dari total Rp 21,9 triliun dana IPO. Rinciannya, Rp 6,4 triliun untuk modal kerja, Rp 1,14 triliun untuk anak perusahaan PT Buka Mitra Indonesia, dan sisanya dialokasikan ke beberapa entitas anak lainnya. Dana IPO juga digunakan sebesar Rp 3,89 triliun untuk pengembangan usaha. Kejelasan penggunaan dana IPO raksasa ini menjadi fokus utama BEI.





Tinggalkan komentar