haluannews.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN kembali menunjukkan dominasinya dalam penyaluran kredit perumahan bersubsidi. Hingga akhir Juli 2026, bank pelat merah ini sukses mengucurkan pembiayaan untuk 55.766 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Angka fantastis ini secara otomatis menempatkan BTN sebagai bank penyalur hunian subsidi terbesar di antara seluruh bank BUMN yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Related Post
Prestasi gemilang BTN ini terungkap dalam sebuah paparan yang disampaikan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Momen tersebut terjadi pada gelaran akad kredit massal perumahan bersubsidi yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Kamis (30/7). Secara nasional, realisasi penyaluran FLPP telah mencapai 118.756 unit rumah dengan total nilai Rp14,76 triliun, yang disalurkan melalui 43 bank mitra hingga tanggal 29 Juli 2026.

Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menegaskan bahwa pencapaian luar biasa ini tak terlepas dari peran krusial Danantara Indonesia. Dukungan tersebut, menurut Nixon, sangat vital dalam memperkokoh kolaborasi ekosistem pendanaan hunian nasional. "Dukungan Danantara Indonesia dalam memperkuat kolaborasi ekosistem perumahan nasional membuat sinergi antara pemerintah, BP Tapera, perbankan, pengembang, dan seluruh pelaku industri semakin solid. Kolaborasi inilah yang memperluas kapasitas BTN dalam menghadirkan pembiayaan rumah yang lebih mudah dijangkau masyarakat," ujar Nixon dalam keterangan resminya, Jumat (31/7/2026).
Pada acara akad massal KPR Rumah Subsidi tersebut, partisipasi debitur BTN sangat mencolok. Sebanyak 30.203 debitur BTN mengikuti proses akad, baik secara langsung maupun daring. Jumlah ini merupakan yang terbesar dibandingkan seluruh bank penyalur lain yang turut serta dalam kegiatan akbar tersebut, yang melibatkan total 62.710 debitur di seluruh Indonesia. Nixon menambahkan, "Keikutsertaan 30.203 debitur BTN menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap rumah yang layak dan terjangkau."
Tak hanya fokus pada sisi permintaan, BTN juga aktif menggenjot ketersediaan pasokan hunian. Melalui skema Kredit Program Perumahan (KPP), BTN telah mengucurkan sekitar Rp4,39 triliun hingga 29 Juli 2026. Dana ini dialokasikan untuk menopang pendanaan bagi pengembang, kontraktor, pemasok material bangunan, serta beragam pelaku usaha lain dalam rantai nilai sektor properti.
Sinergi BTN semakin kuat dengan kolaborasi bersama PT Bank Syariah Nasional (BSN). BSN sendiri telah memfasilitasi 28.282 unit KPR FLPP. Dengan demikian, secara kolektif, BTN dan BSN telah mendanai total 84.048 unit rumah subsidi melalui layanan konvensional dan syariah, mempertegas komitmen mereka dalam memenuhi kebutuhan hunian masyarakat.








Tinggalkan komentar