Haluannews Ekonomi – Presiden Direktur Asuransi Bintang, Hastanto Sri Margi Widodo, dalam wawancara eksklusif di program Power Lunch Haluannews.id (Selasa, 05/08/2025), mengungkapkan tantangan berat yang dihadapi industri asuransi Indonesia di tahun 2025. Perlambatan daya beli akibat gejolak ekonomi global menjadi momok utama, diperparah dengan sejumlah kasus yang menggerus kepercayaan masyarakat terhadap sektor ini. Penurunan jumlah nasabah dan premi menjadi konsekuensi langsung dari situasi tersebut.

Related Post
Untuk menghadapi tantangan ini, Hastanto memaparkan strategi jitu Asuransi Bintang. Ia menekankan pentingnya dukungan regulasi, seperti upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mendorong masuknya perusahaan reasuransi asing ke Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing industri asuransi nasional.

Namun, strategi Asuransi Bintang tak berhenti di sana. Investasi pada Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci lain keberhasilan mereka. Hastanto menegaskan komitmen perusahaan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas SDM, termasuk pengembangan talenta muda, sebagai pilar utama dalam memajukan industri asuransi. Dengan SDM yang mumpuni, Asuransi Bintang optimistis dapat menghadapi tantangan ekonomi dan merebut kembali kepercayaan masyarakat.
Lebih lanjut, Hastanto menjelaskan bahwa strategi ini merupakan upaya proaktif untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi dan meningkatkan kinerja bisnis di tengah persaingan yang ketat. Asuransi Bintang berupaya untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan berkontribusi positif bagi perkembangan industri asuransi Indonesia. Wawancara lengkapnya dapat disaksikan kembali di program Power Lunch Haluannews.id.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar