haluannews.id – Kabar gembira bagi para pelancong dan pelaku usaha yang sering melakukan perjalanan antara Indonesia dan Timor Leste. Sistem pembayaran digital kebanggaan Indonesia, Quick Response Indonesia Standard (QRIS), kini tengah bersiap untuk memperluas jangkauannya hingga ke negara tetangga tersebut. Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas ekonomi digital di kawasan regional.

Related Post
Kerja sama besar ini resmi dimulai setelah Bank Indonesia (BI) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Banco Central de Timor-Leste (BCTL). Kesepakatan penting ini dilakukan langsung oleh Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, bersama Gubernur BCTL, Hölder Lopes. Momen bersejarah tersebut berlangsung di tengah kemeriahan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit and Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) yang digelar di Jakarta.

Melalui kerja sama ini, kedua bank sentral berkomitmen untuk mempererat hubungan di sektor sistem pembayaran, mekanisme penyelesaian transaksi (setelmen), hingga pengembangan inovasi keuangan digital. Tidak hanya sekadar tanda tangan di atas kertas, kolaborasi ini juga mencakup pertukaran informasi yang intensif guna memastikan ekosistem keuangan digital di kedua negara semakin solid dan aman.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa kesepakatan ini merupakan fondasi utama dalam membangun konektivitas pembayaran lintas batas. Salah satu implementasi nyata yang paling dinantikan adalah integrasi QRIS antarnegara. Dengan adanya integrasi ini, masyarakat Indonesia yang berkunjung ke Timor Leste, maupun warga Timor Leste yang datang ke Indonesia, dapat melakukan transaksi belanja hanya dengan memindai kode QR melalui aplikasi perbankan atau dompet digital masing-masing.
"Inisiatif ini diharapkan mampu mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan transaksi di kedua negara. Kami ingin mewujudkan sistem pembayaran lintas batas yang tidak hanya mudah dan efisien, tetapi juga menjamin keamanan serta inklusivitas bagi seluruh lapisan masyarakat," ujar Denny dalam keterangannya.
Kehadiran Timor Leste dalam jangkauan QRIS cross-border akan menambah daftar panjang negara yang telah terintegrasi dengan sistem pembayaran digital Indonesia. Jika rencana ini terealisasi sepenuhnya, QRIS akan terhubung dengan tujuh negara secara lintas batas, baik untuk transaksi masuk (inbound) maupun keluar (outbound). Sebelumnya, QRIS telah sukses diimplementasikan di enam negara lainnya, yakni China, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang.
Perluasan ini diprediksi akan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perdagangan UMKM. Dengan kemudahan transaksi digital, hambatan konversi mata uang yang seringkali rumit dapat diminimalisir, sehingga wisatawan dapat berbelanja dengan lebih praktis. Selain itu, bagi pelaku usaha, integrasi ini membuka peluang pasar yang lebih luas di tingkat regional tanpa perlu menyediakan banyak perangkat pembayaran fisik yang berbeda.










Tinggalkan komentar