Profit Taking Hantam IHSG! Rupiah Loyo, Investor Wajib Waspada!

Profit Taking Hantam IHSG! Rupiah Loyo, Investor Wajib Waspada!

Haluannews Ekonomi – Pasar keuangan Indonesia menutup perdagangan Selasa, 23 Desember 2025 dengan sentimen negatif yang cukup kuat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa mengakhiri sesi di zona merah, sementara nilai tukar Rupiah juga menunjukkan pelemahan signifikan terhadap dolar AS, menandakan adanya tekanan jual dan kehati-hatian investor menjelang penghujung tahun.

COLLABMEDIANET

Pada penutupan perdagangan tersebut, IHSG tercatat melemah 0,71%, membawa indeks parkir di level 8.584. Bersamaan dengan itu, mata uang Garuda juga tak luput dari tekanan, dengan Rupiah yang terdepresiasi hingga mencapai Rp 16.765 per dolar AS. Kondisi ini memicu pertanyaan di kalangan pelaku pasar mengenai faktor-faktor pendorong di balik kinerja lesu tersebut, terutama mengingat periode akhir tahun yang seringkali diwarnai volatilitas.

Profit Taking Hantam IHSG! Rupiah Loyo, Investor Wajib Waspada!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Fenomena ini, yang sering disebut sebagai ‘ujian akhir tahun’ bagi pasar modal, diwarnai oleh dua sentimen utama: aksi ambil untung (profit taking) yang melanda, serta volume transaksi yang cenderung lesu. Equity Analyst Haluannews.id, Susi Setiawati, dalam program Closing Bell Haluannews.id (Selasa, 23/12/2025), menyoroti bahwa investor cenderung merealisasikan keuntungan di penghujung tahun untuk tujuan rebalancing portofolio atau kebutuhan likuiditas, yang secara alami menekan indeks.

Syarifah Rahma, dalam diskusinya dengan Susi Setiawati, menggarisbawahi pentingnya mencermati sentimen global dan domestik yang mungkin memperkeruh suasana. "Selain profit taking, minimnya katalis positif yang kuat serta bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global turut berkontribusi pada keengganan investor untuk masuk ke pasar. Ini membuat transaksi menjadi sepi dan volatilitas meningkat," jelas Susi. Ia menambahkan, investor perlu ekstra waspada dan cermat dalam mengambil keputusan investasi di tengah kondisi pasar yang fluktuatif ini.

Dengan demikian, akhir tahun 2025 tampaknya akan menjadi periode yang menantang bagi pasar saham dan mata uang di Indonesia. Investor disarankan untuk tetap memantau perkembangan ekonomi makro, baik di dalam maupun luar negeri, serta strategi portofolio yang adaptif guna menghadapi gejolak yang mungkin terjadi.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar