Haluannews Ekonomi – PT Petrosea Tbk (PTRO), emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu yang bergerak di sektor pertambangan, infrastruktur, serta jasa minyak dan gas, baru saja mengamankan fasilitas kredit dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI). Nilai pinjaman yang disepakati mencapai US$135 juta, atau setara dengan Rp2,197 triliun, dengan jangka waktu pelunasan selama 8 tahun.

Related Post
Sekretaris Perusahaan Petrosea, Anto Broto, mengungkapkan bahwa dana segar ini akan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan korporasi. "Fasilitas pinjaman ini akan digunakan untuk tujuan umum perusahaan, termasuk membiayai belanja modal (capital expenditure) dan mendukung operasional seluruh lini bisnis perusahaan," jelas Anto dalam keterbukaan informasi.

Lebih lanjut, Anto meyakinkan bahwa perjanjian fasilitas kredit ini tidak termasuk dalam kategori transaksi afiliasi maupun benturan kepentingan, sebagaimana diatur dalam POJK No. 42/POJK.04/2020. Pihaknya optimis, suntikan dana ini akan berdampak positif terhadap kinerja operasional dan keuangan perusahaan secara keseluruhan.
Pada kuartal I-2025, PTRO berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan, mencapai US$920 ribu atau melonjak 464% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun pendapatan sedikit terkoreksi sebesar 1,3% menjadi US$154,22 juta, efisiensi dalam pengelolaan beban usaha menjadi kunci pendorong peningkatan laba bersih.
Sentimen positif juga terlihat pada pergerakan saham PTRO di sesi I perdagangan Jumat (18/7/2025), dengan kenaikan sebesar 3,11% ke level Rp4.310 per saham. Hal ini mengindikasikan kepercayaan investor terhadap prospek bisnis perusahaan di bawah kepemimpinan Prajogo Pangestu.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar