Petaka Investasi AI Dana Triliunan Amblas

Petaka Investasi AI Dana Triliunan Amblas

haluannews.id – Dunia investasi dikejutkan oleh kabar merosotnya Situational Awareness, sebuah hedge fund ambisius yang didirikan oleh Leopold Aschenbrenner, mantan peneliti OpenAI. Perusahaan pengelola dana ini terpaksa melepas seluruh kepemilikan sahamnya di bursa setelah strategi besar-besaran mereka di sektor kecerdasan buatan (AI) berbalik menjadi bumerang, mengakibatkan kerugian fantastis hingga ratusan triliun rupiah.

COLLABMEDIANET

Krisis ini bermula ketika saham-saham perusahaan infrastruktur AI yang menjadi andalan Situational Awareness anjlok tajam. Di sisi lain, taruhan bahwa saham-saham perusahaan perangkat lunak akan menurun justru meleset, menyebabkan kerugian ganda. Sumber terpercaya menyebutkan, nilai portofolio dana tersebut menyusut drastis dalam hitungan pekan, memicu kepanikan di kalangan mitra bank dan broker.

Petaka Investasi AI Dana Triliunan Amblas
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Untuk memenuhi kewajiban margin call—permintaan dana jaminan tambahan—Situational Awareness kini tengah berjuang mengumpulkan likuiditas. Di tengah tekanan ini, raksasa hedge fund Citadel, milik miliarder Ken Griffin, dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk mengambil alih seluruh portofolio saham publik milik Aschenbrenner. Ini menjadi langkah penyelamatan di tengah badai keuangan.

Salah satu pemicu utama kerugian adalah jatuhnya harga saham produsen chip memori terkemuka asal Korea Selatan, SK Hynix. Bersamaan dengan itu, posisi investasi yang dipasang untuk meraih keuntungan dari penurunan saham perusahaan perangkat lunak seperti Adobe justru berbalik merugi karena harga sahamnya malah melonjak.

Pada awal Juli, Situational Awareness sempat mengelola aset hingga US$45 miliar, setara dengan sekitar Rp730 triliun. Namun, angka tersebut kini tinggal kenangan. Beberapa bank investasi besar seperti Bank of America, Goldman Sachs, dan JPMorgan Chase turut membantu perusahaan dalam upaya mengurangi kepemilikan investasinya secara bertahap, demi mencegah tekanan lebih lanjut terhadap harga pasar.

Aschenbrenner, yang kini berusia 25 tahun, sebelumnya dikenal sebagai salah satu sosok paling cemerlang di kancah investasi AI setelah meninggalkan OpenAI pada 2024. Ia meyakini bahwa perkembangan AI akan memicu lonjakan permintaan besar terhadap chip, semikonduktor, pusat data, dan pasokan listrik, menjadikannya ladang emas investasi. Strategi ini sempat membuahkan keuntungan luar biasa dan mendorong pertumbuhan pesat Situational Awareness.

Namun, prediksi tersebut berbalik arah. Berdasarkan dokumen regulator kuartal pertama, investasi terbesar hedge fund ini berada di Nebius Group, Sandisk, Micron, dan CoreWeave. Ironisnya, sepanjang bulan ini, seluruh saham tersebut telah anjlok lebih dari 35%, menghancurkan harapan keuntungan.

Lulusan terbaik Universitas Columbia ini sempat dipecat dari OpenAI pada 2024 atas tuduhan membocorkan informasi internal, klaim yang ia bantah dengan menegaskan bahwa dokumen yang dibagikannya bukanlah rahasia. Kini, gejolak finansial ini menjadi ujian terberat bagi strategi investasi AI yang sebelumnya dianggap sebagai kisah sukses paling spektakuler di Wall Street. Belum jelas berapa total kerugian yang diderita Situational Awareness atau berapa dana yang diperlukan untuk menstabilkan kondisi keuangannya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar