Haluannews Ekonomi – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengumumkan akan segera merilis rekapitulasi laporan dividen dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk proyeksi kinerja keuangan hingga tahun 2025. Penantian investor terhadap data penting ini sedikit tertunda lantaran proses "pembersihan" internal yang sedang berlangsung di tubuh anak-anak usaha BUMN.

Related Post
Dony Oskaria, Kepala BPI Danantara yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, menjelaskan bahwa keterlambatan ini disebabkan oleh belum rampungnya pembukuan keuangan seluruh entitas anak perusahaan. "Belum semua selesai kan. Kan kita lagi impairment-impairment, beresin buku-buku, semua," ungkap Dony saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (19/5/2026), seperti dilansir Haluannews.id.

Dony menambahkan, banyak anak usaha yang masih belum melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Padahal, persetujuan pemegang saham merupakan prasyarat krusial sebelum keputusan pembagian dividen dapat ditetapkan. "Nanti mungkin akhir, paling lambat akhir Juni sudah beres semua," janjinya, memberikan kepastian jadwal kepada publik.
Lebih lanjut, Dony menekankan bahwa tahun ini merupakan momentum penting bagi Danantara untuk melakukan konsolidasi dan perbaikan tata kelola. "Jadi sabar, semuanya pasti. Kan tahun ini tahun bersih-bersih, kita bersihin semua kan? Kita beresin. Yang pembukuan-pembukuan enggak beres, pembukuan-pembukuan yang enggak betul kita beresin," tegasnya, mengindikasikan upaya serius dalam menertibkan laporan keuangan.
Penundaan ini terjadi di tengah capaian positif setoran dividen BUMN ke kas negara. Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melaporkan bahwa target setoran dividen perusahaan pelat merah untuk tahun 2024 telah tercapai 100%. Total dividen yang disetorkan per November 2024 mencapai angka fantastis Rp 85,5 triliun, meningkat signifikan dari realisasi tahun 2023 yang sebesar Rp 81,2 triliun.
Kontribusi terbesar dalam perolehan dividen tersebut datang dari sektor perbankan dan pertambangan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI memimpin dengan setoran sebesar Rp 25,7 triliun, diikuti oleh Bank Mandiri dengan Rp 17,1 triliun, dan MIND ID sebesar Rp 11,2 triliun.
Deretan selanjutnya diisi oleh Pertamina dengan Rp 9,3 triliun, Telkom Rp 9,2 triliun, BNI Rp 6,2 triliun, PLN Rp 3 triliun, Pupuk Indonesia Rp 1,2 triliun, Pelindo Rp 1 triliun, dan BTN Rp 420 miliar, melengkapi daftar sepuluh besar BUMN penyumbang dividen terbesar bagi negara.
Laporan rekapitulasi dividen dan kinerja keuangan yang akan dirilis Danantara ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih transparan dan akuntabel mengenai kondisi finansial BUMN, sekaligus menjadi tolok ukur bagi para investor dan pemangku kepentingan.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar