Perbankan RI Kebal Guncangan Dunia

Perbankan RI Kebal Guncangan Dunia

haluannews.id – Bank Indonesia (BI) baru saja mengumumkan hasil uji ketahanan sistem perbankan nasional yang menunjukkan performa luar biasa. Sektor perbankan Indonesia terbukti sangat tangguh menghadapi berbagai risiko global, termasuk imbas konflik geopolitik yang masih memanas di Timur Tengah. Kekuatan ini didukung oleh fundamental korporasi yang solid, baik dari sisi profitabilitas maupun kemampuan melunasi kewajiban.

COLLABMEDIANET

Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa ketahanan perbankan kita tetap kokoh dalam memitigasi potensi risiko dari gejolak global. Pernyataan ini disampaikan dalam paparan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Kamis (18/6/2026). Indikator kunci yang menunjukkan ketangguhan ini meliputi likuiditas perbankan yang berlimpah, kapasitas permodalan yang terpelihara pada level tinggi, serta risiko kredit yang tetap terkendali. BI sendiri terus memperkuat kebijakan makroprudensial dan sinergi bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) demi menjaga stabilitas sistem keuangan.

Perbankan RI Kebal Guncangan Dunia
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Data terbaru dari BI mengungkap, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan pada April 2026 mencapai angka impresif 23,97%. Angka ini jauh di atas standar, menandakan kemampuan bank yang sangat kuat dalam menyerap potensi kerugian dan sekaligus mendukung ekspansi kredit.

Perry juga menyoroti rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan yang secara agregat masih sangat rendah. Pada April 2026, NPL bruto tercatat 2,17% dan NPL neto hanya 0,84%. Angka-angka ini mengindikasikan kualitas aset perbankan yang terjaga dengan baik.

Lebih lanjut, pertumbuhan kredit perbankan terus menunjukkan momentum positif, menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Pada Mei 2026, penyaluran kredit perbankan melonjak 11,51% secara tahunan (yoy), melampaui pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 9,98% (yoy).

Perry menjelaskan, akselerasi pertumbuhan kredit ini didorong oleh berbagai segmen. Kredit investasi memimpin dengan pertumbuhan fantastis 21,95% (yoy), diikuti kredit modal kerja yang tumbuh 8,09% (yoy), dan kredit konsumsi sebesar 5,89% (yoy) pada Mei 2026.

BI memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang tahun 2026 akan tetap berada dalam kisaran 8-12%. Prospek cerah ini ditopang oleh beberapa faktor krusial. Pertama, masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum ditarik (undisbursed loan) mencapai Rp2.576 triliun, setara 22,41% dari total plafon kredit yang tersedia. Kedua, kapasitas pembiayaan bank yang optimal, tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 24,74%. Ketiga, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tetap tinggi, mencapai 13,47% (yoy) pada Mei 2026.

Selain itu, perkembangan suku bunga perbankan juga diharapkan mendukung prospek kredit. Pada Mei 2026, suku bunga kredit tercatat 8,72%, sementara suku bunga deposito 1 bulan berada di level 4,26%. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagi penyaluran dan pertumbuhan kredit.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar